Cerita.co.id melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari Jumat, 20 Februari 2026, dengan koreksi tipis. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini ditutup pada level 8.271,77, hanya turun 2,31 poin atau setara 0,03 persen dari posisi pembukaan. Sepanjang hari, pergerakan IHSG menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, bergerak di antara level tertinggi 8.328,42 dan terendah 8.236,75, mencerminkan sentimen pasar yang berhati-hati dan cenderung wait-and-see.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari itu mencatatkan total nilai transaksi yang signifikan, mencapai sekitar Rp20,13 triliun. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 42,86 miliar unit, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,83 juta kali. Meskipun koreksi indeks terbilang minor, data menunjukkan bahwa saham yang mengalami penurunan jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat. Sebanyak 404 saham melemah, sementara 276 saham berhasil menguat, dan 278 saham lainnya stagnan, menandakan tekanan jual masih terasa di sebagian besar sektor.
Penurunan paling dalam tercatat pada sektor primer, yang anjlok 1,53 persen. Disusul oleh sektor transportasi yang terkoreksi 1,06 persen, dan sektor energi dengan pelemahan 1,02 persen. Sebaliknya, beberapa sektor mampu menunjukkan ketahanan dan bahkan mencatatkan penguatan. Sektor infrastruktur menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 0,92 persen, diikuti oleh sektor keuangan yang naik 0,54 persen, dan sektor perindustrian yang menguat 0,50 persen, memberikan sedikit penyeimbang di tengah tekanan pasar.

Related Post
Dinamika investor juga menjadi sorotan. Investor domestik tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai jual Rp20,1 triliun berbanding beli Rp19,8 triliun. Berbeda dengan investor asing yang justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp390 miliar, dengan nilai beli Rp6,32 triliun dan jual Rp5,93 triliun. Di jajaran saham dengan performa terburuk, Indospring Tbk (INDS) memimpin daftar dengan penurunan tajam 14,98% menjadi Rp2.440. Disusul oleh Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) dan Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) yang masing-masing ambles 14,95%. Saham Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) turun 14,29% dan Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) turun 13,83% juga masuk daftar top losers, mengindikasikan tekanan jual yang intens pada beberapa emiten spesifik.







Tinggalkan komentar