Cerita.co.id melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara aktif memperkuat literasi masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan aset keuangan digital, termasuk aset kripto, agar lebih cerdas dan bertanggung jawab. Inisiatif ini menandai komitmen OJK dalam memastikan ekosistem ekonomi digital yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, dalam pembukaan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 di Jakarta pada Selasa, menekankan pentingnya keseimbangan dalam bertransaksi kripto. "Kita bertransaksi kripto harus seimbang, berbasis pada analisis fundamental data yang kuat dan kita melihat ke depan pada potensi peluang," ujarnya. Acara BLK 2026, yang diselenggarakan bersama Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dari April hingga Mei 2026, menjadi platform strategis untuk tujuan tersebut.
Adi menambahkan bahwa perdagangan aset kripto kini telah menjadi bagian integral dari aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, OJK bertekad untuk terus menjamin keberlanjutan industri ini melalui penguatan tata kelola serta perlindungan konsumen yang lebih baik. Lebih jauh, OJK melihat aset kripto sebagai "masa depan pasar keuangan" yang berpotensi besar memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional, khususnya dalam penerimaan pajak negara.

Related Post
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, program edukasi BLK 2026 hadir dengan cakupan yang lebih luas dan inklusif. Target sasarannya meliputi masyarakat umum, kalangan akademisi, para influencer, pengembang teknologi, hingga aparat penegak hukum. Inisiatif ini secara khusus menggarisbawahi urgensi kolaborasi lintas sektor dalam mengakselerasi transformasi digital nasional yang merata, berkelanjutan, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.









Tinggalkan komentar