Cerita.co.id melaporkan, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi baru-baru ini menyatakan bahwa proyek Light Rail Transit (LRT) di Provinsi Bali, yang digadang-gadang sebagai solusi kemacetan parah, hingga kini belum berhasil menarik minat serius dari para investor. Pernyataan ini disampaikan Dudy di Kompleks DPR RI, mengindikasikan adanya hambatan signifikan dalam mewujudkan transportasi massal modern di pulau dewata.
Meskipun upaya penjajakan telah dilakukan untuk mencari mitra potensial, dan bahkan sempat ada satu investor asing yang melirik proyek tersebut, Menhub Dudy mengakui belum ada kejelasan mengenai kapan investasi itu akan direalisasikan. Pemerintah memiliki target ambisius agar pembangunan LRT Bali dapat terlaksana tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sepenuhnya mengandalkan dana swasta. Namun, setelah minat awal tersebut, Dudy menyebut belum ada investor lain yang secara konkret datang atau membicarakan pengembangan kereta di Bali.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menerima sinyal ketertarikan dari investor Uni Emirat Arab (UEA), Inggris, hingga Korea Selatan. Studi kelayakan (Feasibility Study/FS) untuk proyek ini bahkan sudah rampung, dikerjakan oleh Korea National Railways dengan dukungan hibah dari Korea Exim Bank. Berdasarkan FS tersebut, LRT Bali direncanakan membentang sepanjang 20 kilometer, menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga kawasan Canggu, dengan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) mengusulkan pembangunan jalur bawah tanah.

Related Post
Menghadapi kenyataan ini, Menhub Dudy menjelaskan bahwa salah satu solusi alternatif yang sedang digagas untuk mengatasi kemacetan, terutama saat musim liburan panjang, adalah pengembangan moda transportasi water taxi. Proyek ini bertujuan untuk memindahkan penumpang dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu melalui jalur laut, diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalan raya secara signifikan.
"Kami tetap berusaha untuk menawarkan kepada pihak investor yang tertarik terhadap pengembangan jalur kereta, baik MRT maupun LRT, di wilayah Bali," tegas Dudy. Ia menambahkan bahwa inisiatif water taxi ini menjadi jembatan sementara, mengisi kekosongan waktu sambil menunggu masuknya investor yang tepat untuk proyek transportasi rel jangka panjang yang lebih ambisius.









Tinggalkan komentar