Menkeu Purbaya Tantang Prediksi Offside

Dana Sulistiyo

Menkeu Purbaya Tantang Prediksi Offside

Cerita.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini melontarkan kritik tajam terhadap koreksi outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s Ratings yang berubah menjadi negatif. Purbaya menegaskan bahwa penilaian lembaga pemeringkat internasional tersebut tidak sepenuhnya akurat, bahkan ia menyebutnya "offside" dalam sebuah diskusi di Grand CIMB Niaga pada Kamis (12/2/2026).

Titik keberatan utama Purbaya terletak pada asumsi Moody’s mengenai prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Padahal, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis awal Februari ini justru menunjukkan realisasi pertumbuhan ekonomi RI tahun 2025 mencapai 5,11 persen. Angka ini secara signifikan lebih tinggi dari ekspektasi perlambatan yang menjadi dasar koreksi Moody’s.

Menkeu Purbaya Tantang Prediksi Offside
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Moody’s mengeluarkan outlook Indonesia negatif karena ada prospek pertumbuhan yang lebih lambat, katanya. Padahal ternyata pertumbuhan lebih tinggi," ujar Purbaya. Ia menambahkan, sejumlah lembaga keuangan global lainnya justru merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. International Monetary Fund (IMF) misalnya, menaikkan prediksinya dari 4,9 persen menjadi 5,2 persen untuk tahun ini, begitu pula JP Morgan yang melakukan hal serupa. Konsensus positif dari lembaga-lembaga ini semakin memperkuat argumen Purbaya bahwa penilaian Moody’s kurang tepat.

COLLABMEDIANET

Ke depan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan mesin pendorong pertumbuhan ekonomi. Berbagai indikator makro dan mikro akan terus dipantau dan dijaga momentum positifnya, termasuk indeks kepercayaan konsumen yang menunjukkan tren kenaikan, peningkatan konsumsi BBM, serta lonjakan penjualan listrik untuk sektor industri dan manufaktur yang tercermin dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang ekspansif.

Purbaya menegaskan, kebijakan fiskal yang tepat sasaran dan memberikan nilai tambah akan terus dimaksimalkan. Intervensi pemerintah ini krusial untuk menjaga sentimen pasar dan laju perekonomian nasional, sekaligus memastikan penilaian dari lembaga internasional mencerminkan kondisi riil yang lebih positif.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar