MBG Guncang Pasar Otomotif Petani Senang

Dana Sulistiyo

MBG Guncang Pasar Otomotif Petani Senang

Cerita.co.id melaporkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah ternyata tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, melainkan juga memicu efek domino positif yang signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi. Dampak tak terduga ini terlihat dari lonjakan penjualan kendaraan bermotor hingga peningkatan omzet petani.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam forum Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Sabtu (14/2/2026), mengungkapkan bahwa program MBG memiliki jangkauan dampak yang lebih luas dari perkiraan awal. "Ternyata program MBG tidak hanya menyasar produk-produk pertanian untuk menjadi bahan baku, tapi juga berdampak terhadap ekonomi lainnya," ujar Dadan.

MBG Guncang Pasar Otomotif Petani Senang
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ia membeberkan data mengejutkan dari salah satu agen tunggal pemegang merek yang menunjukkan penjualan sepeda motor mencapai 4,9 juta unit sepanjang tahun 2025. Kenaikan drastis ini, menurut Dadan, berkorelasi erat dengan pesatnya pertumbuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

COLLABMEDIANET

Dadan menjelaskan, peningkatan daya beli para pegawai SPPG menjadi salah satu pendorong utama lonjakan tersebut. "Ternyata dari data AHM, kita melihat angka penjualan motor mencapai 4,9 juta tahun 2025, dan ini terdongkrak oleh program MBG. Kenapa? Karena saya dapat laporan di SPPG itu, pegawainya sekarang 60 persen beli motor," paparnya. Jika satu SPPG memiliki 50 pegawai, maka 30 di antaranya berpotensi membeli sepeda motor, secara signifikan mendongkrak angka penjualan.

Tak hanya roda dua, sektor otomotif roda empat juga merasakan imbas positif. Dadan menyoroti salah satu merek mobil yang sebelumnya kurang diminati, kini justru mengalami peningkatan permintaan luar biasa. Kebutuhan operasional SPPG, di mana setiap unit membutuhkan dua mobil, telah menciptakan permintaan 46.000 unit mobil sejenis untuk 23.000 SPPG yang ada, menjadikannya "mobil yang sulit dicari" saat ini.

Selain otomotif, sektor pertanian dan pangan turut merasakan manisnya dampak MBG. Petani hidroponik, misalnya, disebut mengalami lonjakan omzet hingga dua kali lipat. "Petani hidroponik senang, karena naik omzetnya 100 persen," pungkas Dadan, menunjukkan bagaimana program ini secara langsung meningkatkan kesejahteraan para petani lokal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar