Sumber Cerita.co.id melaporkan perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto telah menimbulkan pertanyaan besar terkait pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun. Pergantian Sri Mulyani Indrawati oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menjadi sorotan utama. Keberhasilan mencapai target ambisius tersebut kini sepenuhnya bergantung pada kemampuan menteri keuangan baru.
Lutfi Alkatiri, Ketua Keluarga Alumni Program Studi Ilmu Keuangan Institut Teknologi Bandung (PSIK-ITB), menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8% bukanlah hal yang mudah. Ia menekankan perlunya Menteri Keuangan yang tidak hanya memiliki kapasitas teknis yang mumpuni, tetapi juga keberanian politik dan integritas yang tak tercela. "Target pertumbuhan ekonomi 8% tidak bisa dicapai hanya dengan kebijakan biasa-biasa saja," tegas Alkatiri. Menurutnya, figur yang dibutuhkan adalah seorang visioner yang berani mengambil keputusan strategis dan memiliki rekam jejak bersih.

Tantangan yang dihadapi Purbaya Yudhi Sadewa sangat kompleks. Ia harus menguasai seluk-beluk kebijakan fiskal dan makroekonomi, termasuk pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), defisit, pembiayaan, dan sistem perpajakan. Lebih jauh lagi, pengelolaan utang negara juga menjadi kunci. Rasio utang harus dijaga di bawah 40% dari Produk Domestik Bruto (PDB) agar tetap sehat, namun sekaligus memberikan ruang yang cukup untuk investasi produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan Purbaya dalam menghadapi tantangan ini akan menentukan apakah target pertumbuhan ekonomi 8% dapat tercapai atau hanya menjadi mimpi. Publik pun kini menantikan langkah-langkah strategis yang akan diambilnya.

Related Post










Tinggalkan komentar