Cerita.co.id melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (23/12/2025) dengan pelemahan signifikan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini ditutup anjlok 61,06 poin atau setara 0,71 persen, mendarat di level 8.584.
Sesi perdagangan hari itu diwarnai dominasi saham yang melemah. Tercatat, 387 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 292 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 279 saham lainnya memilih untuk stagnan tanpa perubahan. Total nilai transaksi mencapai Rp23,7 triliun, dengan volume perdagangan yang masif, mencapai 39,7 miliar saham yang berpindah tangan.

Sentimen negatif juga menyeret indeks-indeks utama lainnya. Indeks LQ45 tergelincir 1,25 persen ke 848,96, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) merosot 1,59 persen ke 581,59. Demikian pula, Indeks IDX30 melemah 0,78 persen ke 436,67 dan Indeks MNC36 ikut terkoreksi 0,84 persen, berakhir di 344,06.

Related Post
Kinerja sektoral pasar modal juga mayoritas berada di zona merah. Sektor-sektor seperti energi, konsumer non siklikal, keuangan, properti, bahan baku, kesehatan, dan transportasi menunjukkan pelemahan. Hanya beberapa sektor yang mampu bertahan dan menguat, di antaranya konsumer siklikal, industri, dan teknologi.
Di tengah kelesuan pasar, beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan fantastis dan menjadi top gainers. PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) memimpin dengan lonjakan 25 persen ke harga Rp520. Disusul PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yang juga melonjak 25 persen ke Rp280, serta PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang menguat 24,82 persen ke Rp855.









Tinggalkan komentar