Cerita.co.id melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini dengan pelemahan tipis. Pada penutupan sesi Jumat, 19 Desember 2025, indeks acuan bursa tersebut tercatat merosot 0,10 persen, bertengger di level 8.609. Penurunan ini menandai akhir pekan yang kurang menggembirakan bagi sebagian besar investor di pasar modal domestik.
Meskipun ditutup di zona merah, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap menunjukkan dinamika yang signifikan. Total nilai perdagangan harian mencapai angka fantastis Rp47,04 triliun, dengan volume transaksi mencapai 39,89 miliar saham. Frekuensi transaksi juga tercatat tinggi, melampaui 2,27 juta kali, sementara kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp15.788 triliun. Namun, data menunjukkan bahwa jumlah saham yang mengalami penurunan jauh melampaui saham yang berhasil menguat, mencerminkan sentimen pasar yang cenderung negatif.

Di tengah tekanan pasar, perilaku investor menunjukkan pola yang menarik. Investor domestik terpantau lebih banyak melakukan aksi jual, mengambil keuntungan atau mengantisipasi volatilitas lebih lanjut. Sebaliknya, investor asing justru membukukan pembelian bersih, mengindikasikan adanya kepercayaan atau peluang yang mereka lihat di pasar saham Indonesia, bahkan saat sentimen lokal sedang lesu. Ini menjadi sinyal positif bahwa daya tarik pasar Indonesia masih ada di mata investor global.

Related Post
Pelemahan IHSG pada hari itu sebagian besar dipicu oleh kinerja negatif dari beberapa sektor utama. Sektor transportasi menjadi penekan terbesar dengan anjlok 2,86 persen, diikuti oleh sektor teknologi yang tertekan 0,52 persen, properti 0,51 persen, serta infrastruktur dan kesehatan yang masing-masing melemah 0,9 persen. Namun, tidak semua sektor bernasib sama. Beberapa sektor masih mampu bertahan di zona hijau, meskipun dengan penguatan terbatas, seperti sektor barang baku, energi, keuangan, perindustrian, dan sektor primer, menunjukkan resistensi di tengah gejolak pasar.









Tinggalkan komentar