Cerita.co.id melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini dengan koreksi signifikan. Bursa saham domestik ditutup melemah 10,65 poin atau setara 0,17 persen, parkir di level 6.185. Pelemahan ini terjadi menyusul pengumuman mengejutkan mengenai pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, yang sontak memicu reaksi di kalangan investor dan menciptakan sentimen negatif di pasar.
Pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026), aktivitas pasar menunjukkan sentimen yang beragam namun cenderung negatif. Tercatat, sebanyak 318 saham berhasil menguat, sementara 360 saham lainnya harus terperosok ke zona merah, dan 287 saham sisanya bergerak stagnan tanpa perubahan signifikan. Total nilai transaksi perdagangan hari ini mencapai Rp12,1 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 25,9 miliar saham yang berpindah tangan, mencerminkan tingginya volatilitas dan kehati-hatian investor.
Indeks-indeks sektoral mayoritas juga tak luput dari tekanan jual. Sektor energi, bahan baku, infrastruktur, properti, transportasi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, dan kesehatan kompak berada di zona pelemahan. Hanya sektor keuangan, industri, dan teknologi yang mampu menunjukkan ketahanan dan berakhir di zona hijau, memberikan sedikit harapan di tengah gejolak pasar. Indeks LQ45, JII, IDX30, dan MNC36 juga kompak terkoreksi, menandakan pelemahan yang merata di berbagai segmen pasar akibat sentimen makroekonomi.

Related Post
Di tengah sentimen negatif yang melingkupi bursa, beberapa emiten berhasil mencatatkan kinerja impresif sebagai top gainers. Saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) melonjak 35 persen ke Rp216, diikuti oleh PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) yang naik 34,55 persen menjadi Rp222, dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang menguat 24,75 persen ke Rp630. Sebaliknya, daftar top losers diisi oleh Sinarmas Asset Management yang anjlok 15 persen ke Rp510, PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) turun 14,55 persen ke Rp376, serta PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang terkoreksi 10,09 persen di Rp5.125, menunjukkan tekanan jual yang kuat pada beberapa saham tertentu.









Tinggalkan komentar