Cerita.co.id melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (26/6/2026) dengan kinerja yang kurang memuaskan. Indeks acuan bursa ini ditutup melemah signifikan, merosot ke level 5.896, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan menandai hari yang berat bagi pasar modal Indonesia.
Pada sesi penutupan, IHSG tercatat anjlok sebesar 102,91 poin atau setara dengan 1,72 persen. Gambaran pasar menunjukkan dominasi sentimen negatif, dengan 590 saham mengalami penurunan, berbanding terbalik dengan hanya 130 saham yang berhasil menguat, sementara 239 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi perdagangan mencapai Rp12,3 triliun, melibatkan 18,6 miliar lembar saham yang berpindah tangan. Indeks-indeks utama lainnya seperti LQ45, JII, IDX30, dan MNC36 juga tidak luput dari tekanan jual, semuanya berakhir di zona merah.
Hampir seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) terperosok ke zona negatif. Sektor-sektor seperti energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, transportasi, industri, teknologi, dan kesehatan kompak melemah. Satu-satunya sektor yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan adalah sektor keuangan, menunjukkan ketahanan di tengah gejolak pasar yang kurang bersahabat.

Related Post
Meski demikian, di tengah lautan merah, beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers. PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) memimpin dengan kenaikan fantastis 34,74 persen, mencapai Rp128 per saham. Disusul oleh PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) yang melesat 25 persen ke level Rp350, serta PT Arthavest Tbk (ARTA) dengan kenaikan 23,15 persen, ditutup pada Rp2.660. Kinerja positif saham-saham ini menjadi secercah harapan di tengah tren penurunan pasar secara keseluruhan, memberikan dinamika tersendiri di hari perdagangan yang penuh tantangan.









Tinggalkan komentar