Cerita.co.id, Jakarta – Raksasa rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan penurunan laba bersih yang signifikan pada tahun 2025. Angka laba bersih perusahaan mencapai Rp4,5 triliun, menyusut 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini terjadi di tengah persaingan ketat dan perubahan perilaku konsumen. Penjualan bersih Sampoerna juga mengalami penurunan sebesar 5,3%, menjadi Rp83,7 triliun dari Rp88,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, kinerja ini menunjukkan pemulihan dibandingkan semester pertama 2025, di mana laba bersih sempat anjlok hingga 36% secara year-on-year.
Menurut Presiden Direktur Sampoerna, Ivan Cahyadi, penurunan ini disebabkan oleh melemahnya daya beli konsumen dewasa yang kemudian beralih ke produk dengan harga lebih terjangkau atau bahkan rokok ilegal. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi perusahaan di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

Related Post
Menghadapi situasi ini, Sampoerna berupaya menjalankan strategi bisnis yang adaptif dan terus berinovasi. Fokus utama adalah memperkuat kualitas produk dan memperluas portofolio di berbagai segmen, termasuk rokok konvensional dan produk bebas asap.
"Kami terus memperkuat organisasi melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia, guna meningkatkan daya saing dan menjadi salah satu pusat talenta Philip Morris International (PMI)," ujar Ivan dalam acara Paparan Publik di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan dan menarik talenta-talenta terbaik.









Tinggalkan komentar