Cerita.co.id merangkum perkembangan terbaru harga pangan nasional yang menunjukkan dinamika menarik menjelang bulan suci Ramadhan. Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Minggu, 8 Februari 2026, pukul 09.30 WIB, memperlihatkan tren penurunan pada mayoritas komoditas, meski beberapa item justru mengalami kenaikan.
Secara spesifik, harga beras premium tercatat turun 1,47 persen menjadi Rp15.418 per kg, sementara beras medium juga mengalami koreksi 0,89 persen menjadi Rp13.262 per kg. Beras SPHP ikut melorot 0,51 persen ke angka Rp12.395 per kg, dan beras medium non-SPHP turun 0,62 persen menjadi Rp13.841 per kg. Namun, di tengah tren penurunan ini, beras khusus lokal justru melonjak 2,10 persen, mencapai Rp16.016 per kg.
Penurunan harga juga merata pada komoditas lain. Jagung turun signifikan 4,47 persen menjadi Rp6.605 per kg, diikuti kedelai biji kering impor yang menyusut 1,78 persen menjadi Rp10.711 per kg. Bumbu dapur esensial seperti bawang merah dan bawang putih masing-masing turun 4,88 persen dan 3,13 persen, kini dibanderol Rp38.747 dan Rp37.549 per kg. Kelompok cabai juga menunjukkan tren serupa; cabai merah keriting turun 5,11 persen menjadi Rp38.940 per kg, cabai merah besar anjlok 8,75 persen ke Rp35.241 per kg, dan cabai rawit merah turun 1,36 persen menjadi Rp66.626 per kg.

Related Post
Untuk produk hewani, harga daging sapi murni terpantau turun 0,88 persen menjadi Rp135.384 per kg, daging ayam ras turun 2,13 persen menjadi Rp38.870 per kg, serta telur ayam ras yang menyusut 1,71 persen menjadi Rp30.058 per kg. Gula konsumsi juga mengalami penurunan 1,32 persen menjadi Rp17.985 per kg. Sektor minyak goreng menunjukkan tren serupa, dengan minyak goreng kemasan turun 1,06 persen menjadi Rp20.897 per liter, minyak goreng curah turun 1,28 persen menjadi Rp17.493 per liter, dan Minyakita turun 2,04 persen menjadi Rp17.058 per liter. Terakhir, tepung terigu curah dan kemasan masing-masing turun 3,37 persen dan 2,51 persen, kini dihargai Rp9.411 dan Rp12.606 per kg.







Tinggalkan komentar