Cerita.co.id, Jakarta – Program gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto diprediksi akan membawa dampak ekonomi berlipat ganda, demikian disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Kebijakan ini, menurut Ara, bukan sekadar perbaikan fisik rumah, melainkan pemicu pertumbuhan masif di berbagai sektor.
Menteri Ara secara khusus menyoroti potensi efek domino (multiplier effect) yang luas dari inisiatif ini. Ia menjelaskan bahwa dampak positifnya akan terasa mulai dari peningkatan kualitas fisik rumah rakyat, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penyerapan tenaga kerja, hingga penguatan industri pembiayaan nasional.

Lebih lanjut, Ara menggarisbawahi adanya kesenjangan signifikan antara kapasitas produksi pengrajin genteng saat ini dengan proyeksi kebutuhan untuk program perumahan mendatang. Kesenjangan inilah yang justru dilihat sebagai peluang emas untuk membuka lapangan kerja baru secara masif. "Untuk satu unit rumah saja, dibutuhkan sekitar 480 genteng. Jika kita berbicara 6.000 rumah, maka total kebutuhan mencapai sekitar 2,9 juta genteng. Produksi yang ada saat ini jelas belum mencukupi. Ini berarti, kita harus menambah tenaga kerja," tegas Ara dalam sebuah diskusi di Brilian Club, Jumat (27/2/2026).

Related Post
Sebagai ilustrasi, rata-rata pengusaha genteng berskala menengah saat ini mempekerjakan antara 100 hingga 200 individu, dengan kapasitas produksi tahunan berkisar antara 300 ribu hingga 500 ribu genteng. Dengan target jutaan genteng yang dibutuhkan, potensi penambahan jumlah pekerja di sektor ini diperkirakan akan sangat besar, memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian lokal dan nasional. Program gentengisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki hunian, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi dari hulu ke hilir.







Tinggalkan komentar