Gebrak Investasi Lewat ABAC

Dana Sulistiyo

Gebrak Investasi Lewat ABAC

Cerita.co.id, Indonesia kembali menempatkan diri di panggung ekonomi global dengan menjadi tuan rumah ABAC Meeting I 2026. Pertemuan penting yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama APEC Business Advisory Council (ABAC) ini berlangsung sukses di Hotel Shangri-La, Jakarta, dari tanggal 7 hingga 9 Februari 2026. Forum strategis ini dipandang sebagai momentum krusial bagi Tanah Air untuk memacu pertumbuhan investasi dan memperluas jangkauan perdagangan di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Ketua Umum Kadin Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua ABAC Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan vitalnya peran APEC dalam lanskap ekonomi dunia. Menurut Anindya, kawasan APEC bukan hanya menaungi sekitar 40 persen populasi global, tetapi juga menguasai 50 persen volume perdagangan internasional. "Bagi Indonesia, kontribusi APEC sangat signifikan, mencakup 70 persen dari total perdagangan dan 60 persen dari PDB dunia," jelas Anindya usai konferensi pers. Ia menambahkan bahwa APEC memiliki karakteristik multilateral yang unik, serupa dengan G20 namun dengan spektrum yang lebih luas dan skala ekonomi yang tetap kolosal.

Gebrak Investasi Lewat ABAC
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kepercayaan besar diberikan kepada Indonesia oleh Tiongkok untuk menjadi tuan rumah rapat ABAC perdana di tahun ini. Pertemuan awal ini sangat strategis karena menjadi platform penentu arah kerja dan prioritas kelompok kerja ABAC ke depan. Anindya mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama yang diusung ABAC tahun ini adalah penguatan integrasi regional, meliputi infrastruktur fisik maupun nonfisik. Integrasi ini, lanjutnya, merupakan pilar esensial untuk menarik investasi dan memperkokoh jaringan perdagangan antarnegara. Tak hanya itu, isu inklusi keuangan juga menjadi agenda penting, selaras dengan komitmen para anggota ABAC Indonesia.

COLLABMEDIANET

Dukungan penuh dari pemerintah Indonesia terlihat jelas dengan kehadiran empat menteri kabinet selama dua hari pertemuan. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi turut hadir untuk mempromosikan potensi investasi dan perdagangan Indonesia. "Kehadiran mereka merupakan bukti nyata pengakuan atas pentingnya forum ini dan menjadi representasi kuat dari konsep ‘Indonesia Incorporated’, di mana seluruh elemen bangsa bersatu padu demi kemajuan ekonomi," pungkas Anindya, menggarisbawahi apresiasi tinggi yang diterima Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar