Cerita.co.id melaporkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026). Mata uang Garuda tergelincir 75 poin atau sekitar 0,45 persen, mengakhiri hari di level Rp16.979 per dolar AS. Pelemahan ini tak lepas dari gejolak geopolitik yang memanas di Timur Tengah serta pergeseran ekspektasi kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa dinamika antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama sentimen negatif pasar. Meskipun Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa pembicaraan untuk meredakan ketegangan dengan Iran berjalan baik dan berjanji menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari, realitas di lapangan menunjukkan adanya inkonsistensi. "Amerika Serikat justru telah mengirim ribuan pasukan ke Timur Tengah, bahkan mempertimbangkan opsi militer untuk merebut pusat minyak strategis Iran di Pulau Kharg," ungkap Ibrahim dalam risetnya. Situasi ini diperparah dengan penolakan Iran terhadap proposal 15 poin dari AS, yang disebut "sepihak dan tidak adil" oleh seorang pejabat Iran.
Konflik yang berkepanjangan ini telah memangkas pasokan minyak global secara drastis, mencapai 11 juta barel per hari. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan menyebut krisis ini lebih parah dari gabungan dua guncangan minyak era 1970-an dan perang gas Rusia-Ukraina. Di sisi lain, pasar finansial juga dihadapkan pada skenario inflasi tinggi. Jika pada awal tahun para pedagang masih memprediksi setidaknya dua kali pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve, kini pandangan tersebut berbalik. Setelah keputusan kebijakan Fed pada 18 Maret, ekspektasi pasar bergeser ke pengetatan sebesar 12 basis poin oleh bank sentral AS, menurut Prime Market Terminal. Suku bunga yang lebih tinggi di AS secara umum akan membuat aset berdenominasi dolar lebih menarik, sehingga menekan mata uang lain seperti rupiah dan mengurangi daya tarik aset non-penghasil seperti emas.

Related Post









Tinggalkan komentar