Cerita.co.id melaporkan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jaminan kuat terkait stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Meskipun pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Purbaya menegaskan bahwa postur fiskal negara tetap kokoh. Pemerintah telah melakukan perhitungan cermat terhadap seluruh potensi risiko, termasuk beban kompensasi energi yang mungkin bertambah, demi menjaga kesehatan anggaran.
Purbaya menjelaskan, setiap kenaikan harga minyak mentah global sebesar satu dolar per barel memang berpotensi menambah defisit sekitar Rp6 triliun. Namun, ia memastikan bahwa langkah mitigasi telah disiapkan secara komprehensif. "Kami sudah memperhitungkan semua skenario. Bahkan jika rata-rata harga minyak mencapai 100 dolar per barel, defisit APBN tetap terkunci di bawah 3 persen, sekitar 2,9 persen. Jadi, tidak ada masalah," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara pada Rabu (1/4/2026).
Terkait kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, yang diperkirakan dapat menghemat kompensasi BBM sebesar Rp6,2 triliun, Purbaya memandang angka tersebut sebagai nilai tambah bagi kesehatan fiskal. Ia menekankan bahwa target defisit di bawah batas aman undang-undang sudah tercapai tanpa memperhitungkan penghematan dari skema WFH sekalipun.

Related Post
"Perhitungan WFH memang agak sulit untuk presisi. Namun, yang jelas, tanpa WFH pun, kami sudah berhasil menekan defisit hingga 2,9 persen. Jika ada penghematan lebih lanjut dari WFH, itu akan menjadi bonus yang membuat defisit makin rendah," jelasnya. Menkeu juga menyatakan optimisme bahwa realisasi defisit tahun ini bisa lebih rendah dari proyeksi awal, didukung oleh performa pendapatan negara yang melampaui ekspektasi, sebagaimana tercermin dari realisasi tahun lalu yang mencapai 2,92 persen. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi nasional.









Tinggalkan komentar