Cerita.co.id melaporkan bahwa Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah secara resmi menyetujui pagu alokasi anggaran Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk tahun anggaran 2027. Jumlah yang disepakati mencapai angka fantastis Rp6,57 triliun. Keputusan penting ini diambil dalam Rapat Kerja yang berlangsung antara Komisi IX DPR RI dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 17 September 2026, menandai langkah strategis dalam persiapan program kerja tahun depan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, secara resmi mengumumkan hasil rapat tersebut kepada publik. "Komisi IX DPR RI menyetujui pagu alokasi anggaran Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia tahun 2027 sebesar Rp6,57 triliun," tegas Zaini, menggarisbawahi komitmen legislatif terhadap peningkatan kualitas dan kesempatan kerja di Indonesia.
Zaini lebih lanjut menjelaskan bahwa alokasi anggaran triliunan rupiah ini akan didistribusikan ke dalam beberapa program utama Kemnaker. Program-program tersebut meliputi dukungan manajemen untuk memastikan operasional kementerian berjalan lancar, pembinaan ketenagakerjaan yang berfokus pada perlindungan dan pemberdayaan pekerja, serta program pendidikan dan pelatihan vokasi yang bertujuan meningkatkan kompetensi angkatan kerja.

Related Post
Dengan disetujuinya pagu anggaran ini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 10 program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2027. Program-program ini dirancang untuk menjawab tantangan dan kebutuhan pasar kerja di Indonesia, serta menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan produktif.
Yassierli merinci beberapa inisiatif kunci dari program prioritas tersebut. Di antaranya adalah pelatihan vokasi yang ditargetkan bagi 51.000 orang, serta program sertifikasi kompetensi yang akan melibatkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, Kemnaker juga akan fokus pada program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula yang menyasar 10.000 individu, serta pelaksanaan program padat karya di 1.200 lokasi berbeda guna menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal secara merata.









Tinggalkan komentar