Cerita.co.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini mengukir langkah strategis dalam upaya memperdalam pasar modal Indonesia. Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan penting dengan Bank Dunia (World Bank) pekan lalu. Fokus utama diskusi adalah membuka keran kucuran dana segar dari investor asing untuk masuk ke bursa saham Tanah Air, menandai babak baru dalam menarik modal global.
Dalam pertemuan yang dinilai sangat konstruktif tersebut, Hasan Fawzi menjelaskan bahwa telah dirumuskan sebuah mekanisme inovatif. Nantinya, akan dibentuk sebuah "investor group" yang dirancang untuk menjadi jembatan komunikasi langsung dan periodik. Kelompok investor ini akan berinteraksi secara intensif dengan regulator, otoritas, serta para pelaku usaha di industri pasar modal. Tujuannya jelas, yakni memfasilitasi aliran dana investasi ke perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa.
Inisiatif ini selaras dengan kebijakan OJK untuk terus melakukan pendalaman pasar modal. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyesuaian aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas minimum kepemilikan saham publik atau free float. Aturan baru mewajibkan peningkatan free float dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 15 persen. Untuk memenuhi ketentuan ini, perusahaan tercatat memiliki opsi untuk menerbitkan saham baru atau melakukan right issue, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak partisipasi investor.

Related Post
Hasan menambahkan, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan berperan aktif dalam membantu perusahaan-perusahaan tercatat. Mereka akan menjadi fasilitator utama dalam mengkomunikasikan rencana aksi korporasi, seperti penerbitan saham baru, kepada kelompok investor dari World Bank. Dengan demikian, segala kekhawatiran atau pertanyaan dari investor dapat segera terjawab, dan rencana strategis perusahaan untuk memenuhi ketentuan free float 15 persen dapat tersampaikan secara efektif. Ini diharapkan menciptakan lingkungan investasi yang lebih transparan dan menarik bagi para pemodal besar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.









Tinggalkan komentar