Cerita.co.id melaporkan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam inovasi keuangan syariah melalui program Green Zakat. Dengan mengusung konsep ekonomi sirkular, BSI memperkenalkan inisiatif Waste Management yang tidak hanya memberdayakan mustahik, tetapi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah sampah anorganik menjadi aset berharga, bahkan bisa ditabung dalam bentuk BSI Emas.
Sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air, BSI melihat zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan instrumen strategis yang mampu menciptakan kesejahteraan inklusif dan berkelanjutan. Sejak merger hingga tahun 2025, BSI bersama BAZNAS RI telah mengalirkan dana zakat sekitar Rp1 triliun, mendukung berbagai program vital di sektor ekonomi, pendidikan, sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan komunitas. Nilai kemanfaatan ini diproyeksikan akan terus bertumbuh seiring dengan peningkatan kinerja perseroan.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menegaskan bahwa inovasi dalam pengelolaan zakat adalah kunci untuk memperluas jangkauan dampak sosial sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. "Zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi, serta menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan," ujarnya. Ia menambahkan, BSI sangat meyakini bahwa pengelolaan zakat yang kreatif dan modern dapat memberikan manfaat yang jauh lebih luas, tidak hanya bagi para penerima manfaat langsung, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan secara menyeluruh.

Related Post
Melalui Program BSI Waste Management, dana zakat secara efektif dimanfaatkan untuk memberdayakan para mustahik di sektor pengelolaan sampah. Sampah yang terkumpul tidak hanya dipilah, tetapi juga diolah menjadi beragam produk bernilai tambah tinggi, seperti goodie bag, plakat, kursi, hingga meja hasil daur ulang yang memiliki daya jual di pasaran. Model pemberdayaan ini terbukti membuka peluang usaha baru, menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi bagi para mustahik, mengubah mereka dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi produktif.







Tinggalkan komentar