Berangkat dari laporan Cerita.co.id, seluruh industri di Indonesia kini menghadapi tantangan besar: menerapkan praktik bisnis berkelanjutan. Transformasi menuju model bisnis yang ramah lingkungan menjadi keharusan, terutama dalam meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan di setiap tahapan operasional perusahaan. Hal ini semakin krusial bagi industri barang konsumen cepat bergerak (FMCG) yang akrab dengan penggunaan kemasan plastik.
Unilever Indonesia, sebagai salah satu pemain besar di sektor FMCG, telah mengambil langkah proaktif dengan menerapkan tiga prinsip utama dalam pengelolaan plastik: ‘less plastic’, ‘better plastic’, dan ‘no plastic’. Head of Division Environment & Sustainability Unilever Indonesia Foundation, Maya Tamimi, menjelaskan strategi ini meliputi pengurangan penggunaan plastik, pemilihan jenis plastik yang mudah didaur ulang, dan pengembangan sistem pengisian ulang di sejumlah wilayah.

Komitmen Unilever Indonesia tak berhenti sampai di situ. Mereka gencar mengurangi penggunaan plastik baru (virgin plastic) dengan meningkatkan pemanfaatan plastik daur ulang (post-consumer recycled/PCR) dan mendesain kemasan yang dapat didaur ulang, digunakan kembali, atau bahkan dikompos. Lebih jauh lagi, perusahaan ini bertekad mengumpulkan dan memproses sampah plastik kemasan lebih banyak daripada yang dihasilkan dari penjualan produknya. Sejak 2015, Unilever Indonesia telah menerapkan kebijakan ‘zero waste landfill’, memastikan tak ada limbah operasional yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Related Post
Komitmen keberlanjutan Unilever Indonesia tertuang dalam empat pilar utama yang diumumkan secara global pada 2024: mencapai emisi nol bersih (Net Zero Emission/NZE), mendukung ekosistem alam melalui pertanian regeneratif, mengakhiri limbah plastik, dan memastikan mata pencaharian dan upah layak bagi seluruh pihak dalam rantai nilai perusahaan. Langkah-langkah konkret yang diambil Unilever Indonesia ini menjadi contoh nyata bagi industri lain untuk turut serta membangun bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.








Tinggalkan komentar