Cerita.co.id melaporkan bahwa PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menegaskan kesiapannya untuk menjadi tulang punggung pasokan gas alam cair (LNG) bagi kebutuhan industri dalam negeri. Komitmen ini akan mulai direalisasikan secara penuh setelah kontrak penjualan LNG jangka panjang dengan pembeli internasional berakhir pada tahun 2027.
Adhika Paramanandana, Corporate Communication Manager DSLNG, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini masih terikat dengan sejumlah kontrak ekspor jangka panjang. Kontrak-kontrak tersebut, yang melibatkan pembeli besar seperti JERA, Kyushu, dan Kogas, akan berlanjut hingga penghujung tahun 2027. Meskipun demikian, DSLNG telah menyatakan kesediaannya untuk sepenuhnya mengikuti arahan pemerintah terkait prioritas pemanfaatan LNG untuk pasar nasional.

Memasuki tahun 2028, atau segera setelah seluruh kewajiban ekspor jangka panjang rampung, DSLNG bertekad untuk mengalihkan fokusnya. Perusahaan berkomitmen penuh untuk berkontribusi secara signifikan dalam memenuhi kebutuhan LNG domestik, sejalan dengan visi dan arahan pemerintah. "Semangat kami pastinya akan menjadi kontributor utama untuk LNG nasional," tegas Adhika, menggarisbawahi dedikasi perusahaan terhadap ketahanan energi dalam negeri.

Related Post
Dalam periode transisi ini, DSLNG juga telah menyusun agenda strategis berupa pemeliharaan besar kilang (Turnaround/TA) yang dijadwalkan pada tahun 2028. Penentuan jadwal ini bukan tanpa alasan; ia dipilih secara cermat agar tidak mengganggu atau berbenturan dengan kewajiban pengiriman kargo ekspor yang masih harus dipenuhi hingga tahun depan. Dengan demikian, operasional kilang tetap optimal tanpa hambatan.
Kilang DSLNG beroperasi dengan satu unit produksi LNG (satu train) yang memiliki kapasitas 2,1 juta ton per tahun. Ketergantungan pada satu train ini menjadikan tingkat keandalan fasilitas produksi menjadi sangat krusial dan prioritas utama. "Satu saja miss, produksi kami berhenti. Jadi, reliability ini yang menjadi paling utama di DSLNG," pungkas Adhika, menekankan pentingnya menjaga operasional yang stabil dan efisien demi kelangsungan pasokan.




Tinggalkan komentar