Cerita.co.id, Jakarta – Kondisi pasar kerja di Indonesia saat ini berada dalam status "lampu kuning", demikian disampaikan oleh Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam. Setiap tahun, diperkirakan ada 1,5 juta pencari kerja yang tidak mampu terserap oleh pasar, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi dan sosial bangsa.
Bob Azam menjelaskan, setiap tahunnya sekitar 3,5 juta individu baru memasuki bursa tenaga kerja. Ironisnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5 persen hanya diperkirakan mampu menciptakan sekitar 2 juta lapangan kerja. Ini berarti, ada defisit signifikan sebesar 1,5 juta orang yang tidak mendapatkan kesempatan kerja formal. Pernyataan ini disampaikan Bob dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan bersama Komisi I DPR RI.
Lebih lanjut, Bob memaparkan bahwa setiap satu persen pertumbuhan ekonomi hanya dapat menyerap sekitar 200 hingga 400 ribu tenaga kerja. Angka 400 ribu hanya bisa tercapai jika investasi yang masuk didominasi oleh sektor padat karya. Namun, jika investasi lebih banyak berorientasi pada padat modal, serapan tenaga kerja bisa jauh lebih rendah, bahkan hanya sekitar 200 ribu per satu persen pertumbuhan.

Related Post
Ia menambahkan, proyeksi 1,5 juta orang yang belum terserap pasar kerja setiap tahun ini bahkan bisa lebih besar. Pasalnya, investasi yang masuk ke Indonesia merupakan campuran antara padat modal dan padat karya. Jika dominasi investasi cenderung ke padat modal, maka jumlah pengangguran potensial akan semakin membengkak.
Situasi ini, menurut Bob Azam, akan mendorong para pencari kerja untuk beralih dari sektor formal ke informal. Konsekuensinya, di masa depan diproyeksikan akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang bekerja di sektor informal. Hal ini tidak hanya berdampak pada jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja, tetapi juga berimplikasi pada kontribusi pembayaran pajak yang lebih rendah dibandingkan pekerja di sektor formal, sehingga berpotensi mengurangi penerimaan negara.








Tinggalkan komentar