Cerita.co.id, Jakarta – Pasar modal diwarnai aksi jual signifikan pada periode 14-18 Juli 2025, yang mengakibatkan sejumlah saham mengalami penurunan harga yang cukup dalam. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepuluh saham dengan penurunan persentase terbesar atau top losers selama periode tersebut.
PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) memimpin daftar top losers dengan penurunan harga saham mencapai 38,03%. Harga saham MFIN anjlok dari Rp1.420 menjadi Rp880 per lembar saham, mencerminkan tekanan jual yang sangat kuat terhadap emiten pembiayaan ini.

Di posisi kedua terdapat PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), perusahaan yang bergerak di bidang restoran cepat saji dengan merek dagang terkenal. Saham CSMI merosot tajam sebesar 35,36%, dari Rp905 menjadi Rp585 per lembar saham. Penurunan ini mengindikasikan adanya sentimen negatif terhadap prospek bisnis restoran cepat saji di tengah persaingan yang semakin ketat.

Related Post
Selanjutnya, saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) juga mengalami koreksi yang signifikan, yakni sebesar 26,72%. Harga saham FILM turun dari Rp2.040 menjadi Rp1.495 per lembar saham. Penurunan ini terjadi di tengah upaya perusahaan untuk meningkatkan produksi film dan konten hiburan lainnya.
Emiten teknologi, PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), turut merasakan dampak negatif dari sentimen pasar. Saham IOTF menyusut 22,03% menjadi Rp92 dari sebelumnya Rp118. Penurunan ini mengindikasikan adanya kekhawatiran investor terhadap prospek bisnis perusahaan teknologi di tengah perubahan regulasi dan persaingan yang semakin ketat.
PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) juga mengalami penurunan harga saham sebesar 16,77% ke level Rp695 dari Rp835. Disusul oleh saham PT Mina Pertiwi Sejahtera Tbk (MINA) yang terluncur ke bawah 16,67 persen menjadi Rp85. Penurunan ini menjadi perhatian para investor dan pelaku pasar modal.









Tinggalkan komentar