Beras Beredar, Awas Jangan Sampai Tertipu!

Beras Beredar, Awas Jangan Sampai Tertipu!

Cerita.co.id, Jakarta – Masyarakat kini diresahkan dengan temuan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait dugaan peredaran 212 merek beras oplosan di pasaran. Kekhawatiran konsumen pun meningkat, mendorong pertanyaan tentang bagaimana cara memastikan mutu beras yang dibeli sesuai standar yang ditetapkan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, memberikan panduan praktis bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan mutu beras secara mandiri. Salah satu caranya adalah dengan pengamatan visual sederhana sebelum melakukan pembelian.

Beras Beredar, Awas Jangan Sampai Tertipu!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Arief menjelaskan bahwa konsumen dapat memperhatikan bentuk fisik butiran beras. Jika ditemukan banyak butiran patah, kemungkinan besar beras tersebut termasuk jenis medium, karena standar beras medium memperbolehkan maksimal 25% butiran patah. Sebaliknya, jika mayoritas butiran beras utuh, maka beras tersebut cenderung berkualitas premium.

COLLABMEDIANET

Proses pencampuran antara butiran utuh dan patah memang lazim terjadi dalam pengolahan beras. Namun, Arief menekankan bahwa pencampuran ini harus sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan pemerintah. Pada beras premium, misalnya, butiran utuh dicampur dengan butiran patah hingga maksimal 15%. Ia menegaskan bahwa pencampuran ini berbeda dengan praktik oplosan yang mencampurkan beras berkualitas baik dengan beras busuk. Kualitas beras harus tetap terjaga sesuai dengan standar yang berlaku.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar