Misteri Pabrik Mandiri Chery di Indonesia

Misteri Pabrik Mandiri Chery di Indonesia

Cerita.co.id – Pasar otomotif di tanah air tengah mengalami pergeseran peta persaingan yang cukup signifikan. Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Chery Group. Kehadiran merek ini tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan mulai mengancam dominasi produsen mobil asal Jepang. Salah satu lini produk mereka, Jaecoo, bahkan telah berhasil merangsek masuk ke jajaran mobil terlaris di Indonesia, sebuah pencapaian yang tidak mudah diraih oleh pemain baru.

Namun, di balik kesuksesan penjualan yang melesat, muncul pertanyaan besar di benak para pengamat industri: kapan Chery benar-benar akan membangun pabrik mandiri di Indonesia? Hingga saat ini, seluruh unit kendaraan Chery, termasuk lini Jaecoo dan iCar, masih mengandalkan fasilitas perakitan milik PT Handal Indonesia Motor. Meskipun sempat santer terdengar kabar mengenai rencana pembangunan pabrik sendiri, hingga periode Oktober 2026, status produksi Chery masih bersifat kemitraan.

Misteri Pabrik Mandiri Chery di Indonesia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi spekulasi tersebut, Presiden Direktur PT Chery Grup, Zeng Shuo, memberikan penjelasan yang cukup diplomatis. Ia menyatakan bahwa perusahaan saat ini masih dalam tahap mempelajari peluang dan potensi untuk membuka pabrik mandiri di Indonesia. Menurutnya, keputusan investasi besar seperti pembangunan pabrik bukanlah keputusan jangka pendek, melainkan langkah strategis jangka panjang.

COLLABMEDIANET

Zeng Shuo menekankan bahwa stabilitas regulasi menjadi faktor kunci bagi Chery untuk segera mengambil langkah investasi besar. "Investasi kami biasanya bukan jangka pendek, melainkan jangka panjang. Oleh karena itu, regulasi yang konsisten dan stabil sangat penting agar industri dapat tumbuh dengan sehat dan berkembang," ungkap Zeng Shuo saat ditemui di Wuhu, China.

Meski belum memiliki fasilitas produksi sendiri, Chery menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat basis industri di Indonesia. Fokus utama mereka saat ini adalah mengoptimalkan lokalisasi komponen guna memenuhi regulasi pemerintah. Chery telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan lokal untuk menyuplai kebutuhan komponen kendaraan mereka.

Salah satu target besar yang sedang dikejar adalah lokalisasi baterai. Langkah ini diambil untuk mengejar target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen yang harus dipenuhi pada tahun depan. Dengan terpenuhinya standar TKDN ini, posisi Chery di pasar Indonesia akan semakin kuat secara regulasi maupun ekonomi.

Secara keseluruhan, Chery telah menyiapkan komitmen investasi yang sangat masif, yakni mencapai Rp 5,2 triliun hingga tahun 2030. Dana jumbo tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan fasilitas produksi, baik melalui skema kemitraan maupun pembangunan pabrik mandiri di masa depan. Ambisi Chery tidak hanya berhenti di pasar domestik; mereka juga mulai melirik pasar regional dengan mulai mengekspor mobil setir kiri ke Vietnam, menandakan ambisi besar mereka untuk menjadi pemain utama di Asia Tenggara.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar