Biaya Bahan Bakar MotoGP Melejit Drastis

Biaya Bahan Bakar MotoGP Melejit Drastis

Cerita.co.id – Dunia balap motor paling bergengsi di planet ini, MotoGP, tengah bersiap menghadapi transformasi besar-besaran yang tidak hanya mengubah teknis mesin, tetapi juga membengkakkan anggaran operasional tim secara signifikan. Perubahan regulasi yang direncanakan untuk musim 2027 mendatang membawa misi lingkungan yang ambisius, namun di sisi lain, hal ini akan menjadi tantangan finansial yang sangat berat bagi para pabrikan.

Inti dari perubahan ini adalah transisi total menuju penggunaan bahan bakar non-fosil atau yang lebih dikenal dengan istilah e-fuel. Jika selama ini MotoGP masih mencampurkan bahan bakar fosil dengan kandungan non-fosil minimal 40 persen, maka pada tahun 2027, seluruh bahan bakar yang digunakan wajib 100 persen berasal dari sumber berkelanjutan.

Biaya Bahan Bakar MotoGP Melejit Drastis
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Masalah utamanya terletak pada harga. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman GPOne, harga bahan bakar jenis e-fuel ini sangat fantastis. Sebagai gambaran, pemasok bahan bakar ETS Racing Fuels dilaporkan telah menawarkan opsi e-fuel kepada tim Aprilia dengan harga mencapai 86 euro per liter. Jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah, angka tersebut setara dengan sekitar Rp1.750.000 per liter.

COLLABMEDIANET

Angka ini tentu sangat kontras jika dibandingkan dengan biaya bahan bakar yang digunakan pada musim-musim sebelumnya. Saat ini, harga bahan bakar MotoGP masih berada di kisaran 10 hingga 15 euro per liter, atau jika dirupiahkan berkisar antara Rp203.000 hingga Rp305.000 saja. Artinya, tim-tim MotoGP harus bersiap menghadapi lonjakan harga bahan bakar hingga 6 sampai 8 kali lipat dari harga normal.

Lantas, seberapa besar dampak biaya ini terhadap pengeluaran satu pembalap dalam setahun? Mari kita hitung simulasinya. Saat ini, seorang pembalap MotoGP rata-rata menghabiskan sekitar 2.555 liter bahan bakar dalam satu musim, yang mencakup jadwal balapan resmi hingga sesi tes pramusim. Dengan harga saat ini, biaya tahunan per pembalap berkisar antara Rp520 juta hingga Rp780 juta.

Namun, bayangkan jika regulasi 100 persen bahan bakar non-fosil ini benar-benar diterapkan dengan harga Rp1,7 juta per liter. Biaya operasional untuk bahan bakar satu orang pembalap bisa melonjak tajam hingga mencapai 219.730 euro atau setara dengan Rp4,4 miliar per tahun. Angka yang sangat fantastis untuk sekadar mengisi tangki bahan bakar motor.

Selain perubahan bahan bakar, MotoGP 2027 juga akan membawa perubahan teknis lainnya, seperti pengurangan kapasitas mesin menjadi 850cc dan penyederhanaan perangkat aerodinamika. Meskipun perubahan mesin bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi kecepatan ekstrem, kombinasi antara mesin baru dan bahan bakar mahal ini dipastikan akan mengubah peta persaingan, terutama bagi tim-tim dengan anggaran terbatas. Melansir dari cerita.co.id, transisi menuju era hijau ini memang menjadi langkah maju bagi lingkungan, namun menjadi ujian ketahanan finansial bagi industri balap motor dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar