Strategi Baru Toyota Hadapi Rival China

Strategi Baru Toyota Hadapi Rival China

Cerita.co.id – Langkah strategis tengah disiapkan oleh raksasa otomotif asal Jepang, Toyota, untuk merespons dinamika pasar kendaraan listrik yang kian kompetitif. Mengikuti tren yang tengah meledak di pasar otomotif China, Toyota dikabarkan akan segera merambah teknologi Extended Range Electric Vehicle atau yang lebih dikenal dengan istilah EREV. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengejar ketertinggalan di segmen kendaraan listrik (EV) yang selama ini didominasi oleh produsen-produsen dari Negeri Tirai Bambu.

Selama ini, Toyota memang telah lama menjadi pemimpin pasar melalui teknologi hybrid yang sangat efisien. Namun, dalam perlombaan murni kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle), Toyota dinilai sedikit tertinggal dibandingkan kompetitor global lainnya. Menanggapi situasi tersebut, Toyota kini mulai melirik teknologi EREV sebagai solusi jalan tengah bagi konsumen yang masih memiliki kekhawatiran terhadap infrastruktur pengisian daya.

Strategi Baru Toyota Hadapi Rival China
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Secara teknis, EREV merupakan kendaraan berbasis listrik yang dilengkapi dengan mesin bensin tambahan. Peran mesin bensin ini bukan untuk menggerakkan roda secara langsung, melainkan berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Hal inilah yang membedakan EREV dengan teknologi hybrid konvensional maupun plug-in hybrid yang selama ini menjadi andalan Toyota. Dengan adanya mesin bensin sebagai cadangan, pengguna tidak perlu terlalu bergantung pada keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan dapat menempuh jarak yang jauh lebih panjang.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan laporan dari Nikkei Asia, Toyota menargetkan untuk memulai produksi massal mobil berbasis EREV pada April 2027 mendatang. Target produksinya pun tidak main-main; Toyota berencana memproduksi sekitar 200 ribu unit pada tahun pertama, sebelum akhirnya melonjak hingga mencapai 400 ribu unit per tahun pada tahun 2028.

Menariknya, pengembangan teknologi ini tampaknya akan difokuskan khusus untuk pasar China. Hal ini dikarenakan permintaan terhadap mobil EREV di China sedang mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Di negara tersebut, EREV dipromosikan sebagai alternatif yang sangat rasional bagi konsumen yang menginginkan sensasi berkendara mobil listrik namun tetap menginginkan kebebasan jarak tempuh yang jauh, bahkan dikabarkan mampu menembus angka 1.000 km dalam satu kali pengisian.

Hingga saat ini, Toyota masih merahasiakan model spesifik mana yang akan mengusung teknologi ini. Namun, spekulasi di industri otomotif menyebutkan bahwa seri bZ3X menjadi kandidat kuat untuk menjadi pionir teknologi EREV milik Toyota. Prediksi ini muncul karena kembarannya, GAC Aion V, sudah lebih dulu menawarkan opsi teknologi EREV dengan mesin 1.5 liter. Jika strategi ini berhasil, Toyota diharapkan dapat kembali memperkuat dominasinya di pasar kendaraan ramah lingkungan global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar