Acosta Mengaku Kapok Sesumbar

Acosta Mengaku Kapok Sesumbar

Cerita.co.id melaporkan, pembalap muda sensasional Pedro Acosta kembali mencuri perhatian di lintasan MotoGP Aragon 2026 dengan meraih podium kedua. Penampilan impresifnya bersama KTM ini bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga cerminan dari perubahan sikap signifikan yang diakui Acosta sendiri: ia tak lagi ingin berkoar-koar sebelum balapan.

Pujian setinggi langit telah lama menghampiri Acosta, bahkan dari para legenda hidup seperti Marc Márquez dan Aleix Espargaró, yang tak ragu melabeli aksinya menggeber KTM sebagai "keajaiban". Namun, sorotan dan sanjungan tersebut kini tak lagi membuatnya jemawa. Acosta menyadari betul bahwa janji manis di luar lintasan tak akan berarti apa-apa tanpa pembuktian nyata di atas aspal.

Acosta Mengaku Kapok Sesumbar
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya rasa saya membuat banyak kesalahan tahun lalu karena terlalu banyak bicara. Jadi kali ini saya memilih menunggu sampai benar-benar naik ke atas motor. Saya tidak ingin sesumbar lalu gagal membuktikannya," ujar Acosta, menegaskan kedewasaan yang kini menyelimutinya.

COLLABMEDIANET

Meskipun belum pernah mengecap kemenangan bersama KTM, Acosta melihat peluang emas di seri-seri balapan di luar Eropa. Karakteristik lintasan di Asia, termasuk Indonesia, dinilai sangat cocok dengan performa motor KTM, sekaligus membuka gerbang bagi Acosta untuk meraih kemenangan perdananya sebelum ia berpisah dengan tim.

"Balapan di luar Eropa selalu cocok untuk kami. Kami akan pergi ke Jepang, Indonesia, Malaysia… Tahun lalu kami tidak begitu jauh dari kemenangan. Mudah-mudahan kami bisa bermimpi untuk menang bersama KTM," ungkapnya, memberikan sinyal kuat bagi para penggemar MotoGP di Tanah Air.

Saat ini, Acosta berada di posisi keenam klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 189 poin. Namun, fokus utamanya kini bergeser pada konsistensi. Mengamankan peringkat ketiga di akhir musim menjadi target realistis yang ia kejar, ketimbang mengambil risiko berlebih yang berujung pada kecelakaan dan kehilangan poin.

"Yang paling saya benci adalah terjatuh dan tidak mendapatkan poin. Jika saya ingin mengejar peringkat ketiga di Kejuaraan Dunia, saya harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Saya rasa saya akan pergi dari KTM dengan perasaan yang jauh lebih lega jika berhasil mencapai target tersebut," tegas Acosta.

Performa Acosta yang kerap mengungguli rekan setimnya di KTM dengan selisih waktu yang signifikan diyakini bukan hanya karena bakatnya, melainkan juga berkat perubahan atmosfer positif di dalam garasi. Komunikasi yang lebih terbuka serta kematangannya dalam menerima masukan dan kritik menjadi kunci kebangkitan tim secara keseluruhan.

"Saya senang karena tim tidak memasukkan tuntutan saya ke dalam hati. Saya juga merasa kini bisa menerima kritik dengan jauh lebih baik dibanding setahun lalu. Ini membantu kita semua untuk berkembang," pungkasnya, menunjukkan kematangan seorang pembalap yang siap menatap masa depan dengan lebih bijak.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar