Cerita.co.id melaporkan, pasar energi global kembali bergejolak setelah harga minyak mentah dunia menembus angka USD100 per barel. Kenaikan signifikan ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat Indonesia mengenai stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Namun, pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan telah menyiapkan langkah antisipatif guna meredam dampak fluktuasi harga global tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga alokasi subsidi energi. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat. Saat ini, harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar subsidi dipertahankan pada Rp6.800 per liter. Kebijakan ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Meski demikian, Purbaya menjelaskan bahwa kalkulasi dan simulasi berbagai skenario kenaikan harga minyak terus dilakukan. Langkah mitigasi risiko ini bukan tanpa alasan, melainkan merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet. Tujuannya adalah agar pemerintah memiliki kesiapan yang matang dan responsif dalam menghadapi dinamika pasar minyak dunia yang tidak menentu.

Related Post
Ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat (24/7/2026), Purbaya menyatakan, "Kalau yang subsidi (energi) akan kita jaga terus." Ia melanjutkan, "Cuma kemarin waktu di rapat kabinet, Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda, kan satu saja atau lebih jadi bagaimana kita anggarannya? Jadi kita kan sedang hitung tadi." Pernyataan ini menggarisbawahi upaya serius pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat dari gejolak ekonomi global. Dengan skenario Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terus diperbarui, pemerintah berupaya memastikan stabilitas ekonomi makro tetap terjaga, sekaligus memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa harga BBM bersubsidi akan tetap terjangkau di tengah ketidakpastian harga komoditas global.







Tinggalkan komentar