Amuk Calya Rusak Mini Cooper

Amuk Calya Rusak Mini Cooper

Cerita.co.id – Sebuah insiden mengejutkan di jalan raya Jakarta mendadak viral di media sosial, menampilkan aksi brutal seorang pengemudi mobil Toyota Calya yang diduga mengamuk dan merusak kendaraan lain, sebuah Mini Cooper. Peristiwa yang terjadi di kawasan Sunter ini menjadi sorotan tajam warganet, memicu perdebatan tentang etika berkendara dan bahaya road rage.

Rekaman video yang diunggah oleh akun dashcam_owners_indonesia menunjukkan bagaimana ketegangan bermula. Menurut narasi yang menyertai unggahan tersebut, pengemudi Calya awalnya mencoba menyalip di tikungan. Namun, pengemudi Mini Cooper tetap mempertahankan jalurnya, memicu kemarahan pelaku. Tak terima, pengemudi Calya tersebut kemudian melaju kencang, mendahului, lalu mengerem mendadak di depan Mini Cooper.

Amuk Calya Rusak Mini Cooper
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Dia ngamuk langsung ngebut mendahului saya, rem mendadak depan saya, lalu triak2 bilang saya nabrak dia," demikian kutipan dari keterangan korban yang diunggah di media sosial. Korban menegaskan bahwa tidak ada tabrakan, terbukti dari kondisi mobil Calya yang tidak menunjukkan penyok atau lecet sedikit pun. Saat korban menolak turun, pelaku langsung melancarkan aksi perusakan. Kaca spion Mini Cooper dihancurkan hingga lepas, dan wiper ditekuk sampai setengah patah. Pelaku bahkan sempat berusaha memecahkan kaca samping mobil korban.

COLLABMEDIANET

Dalam foto yang beredar, terlihat pula upaya pengemudi Calya untuk menutupi pelat nomor kendaraannya. Hanya bagian B-2567-P** yang terlihat, sementara dua huruf belakang sengaja ditutup. Hingga kini, identitas pasti pelaku dan kelanjutan kasus ini masih belum terungkap sepenuhnya. Akun yang mengaku sebagai korban bahkan meminta bantuan publik untuk mencari pelaku di kolom komentar unggahan tersebut.

Praktisi Road Safety dan Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri, menjelaskan bahwa perilaku agresif di jalan seperti ini tergolong sebagai road rage. "Perilaku ini termasuk penghinaan kasar dan verbal, berteriak, ancaman fisik atau perilaku mengemudi berbahaya yang ditargetkan kepada pengemudi lain, pejalan kaki atau pengguna jalan lainnya dalam upaya untuk mengintimidasi atau melepaskan kekesalan atau ketidak sukaannya," terang Jusri beberapa waktu lalu.

Menurut Jusri, road rage dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perasaan superioritas terkait jabatan atau keanggotaan organisasi, hingga dimensi kendaraan yang besar. Namun, akar masalah utamanya seringkali berasal dari kecakapan dan mentalitas pengemudi, seperti keengganan untuk mengalah atau ketidakpatuhan terhadap aturan lalu lintas. Mirisnya, kasus-kasus perusakan atau tindak anarkis semacam ini kerap berakhir damai melalui jalur restorative justice, tanpa berlanjut ke proses hukum yang lebih serius.

Insiden ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kesabaran dan etika di jalan raya, serta konsekuensi serius dari road rage yang tidak hanya merugikan materi, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar