Cerita.co.id – Sebuah gestur penuh makna dari Manajer Tim MSi Racing, Jordi Gatell, di podium Moto3 Ceko baru-baru ini sukses menyita perhatian publik dan menuai pujian luas. Aksinya yang menolak selebrasi sampanye demi menghormati keyakinan agama Islam pebalapnya, Hakim Danish, menjadi sorotan utama dan viral di media sosial.
Momen krusial tersebut terekam dalam sebuah cuplikan video yang memperlihatkan Gatell dengan sigap menyembunyikan botol sampanye dari sisi podium utama. Kejadian ini berlangsung saat ia menerima botol minuman beralkohol tersebut, yang seharusnya digunakan untuk merayakan kemenangan bersejarah Hakim Danish yang berhasil finis di posisi pertama. Setelah naik ke panggung, Gatell tanpa ragu memindahkan botol tersebut ke sisi kanan, menjauhkannya dari jangkauan sang pebalap.
Usai lagu kebangsaan Malaysia berkumandang, Hakim Danish memilih untuk tidak bergabung dalam selebrasi sampanye yang biasa dilakukan oleh dua pebalap lainnya. Ia baru kembali ke podium untuk sesi foto setelah perayaan tersebut usai, tetap tanpa memegang botol sampanye. Keputusan Gatell ini secara jelas menunjukkan kepekaannya terhadap prinsip-prinsip Islam yang melarang konsumsi alkohol, sebuah tindakan yang sangat diapresiasi.

Related Post
Aksi berkelas ini segera menyebar luas dan menjadi topik hangat di media sosial, khususnya di Malaysia. Berbagai komentar positif membanjiri unggahan video tersebut. "Aksi berkelas dari manajer!" puji salah seorang warganet. "Alhamdulillah, terima kasih Pak Manajer sudah menyingkirkan minuman tersebut," tambah warganet lainnya, menunjukkan rasa hormat dan syukur.
Media setempat, seperti Stadium Astro, turut menyoroti kejadian ini, menuliskan bahwa "Tindakan kecil namun bermakna ini juga menyoroti ikatan erat antara pebalap tersebut dan timnya. Di dunia balap, yang sering dirayakan dengan sampanye di podium, kepekaan terhadap keyakinan dan prinsip seorang atlet sangat dihargai." Pujian ini menggarisbawahi pentingnya empati dan saling menghormati dalam dunia olahraga profesional.
Di balik gestur mengharukan tersebut, Hakim Danish sendiri mencatatkan sejarah gemilang di Moto3 Ceko. Kemenangan ini merupakan yang perdana bagi pebalap Malaysia dalam satu dekade terakhir di ajang tersebut. Ia berhasil melahap 16 lap dengan catatan waktu impresif 33 menit 34,264 detik, menunjukkan performa yang luar biasa di lintasan.
Berkat kemenangan bersejarah ini, Hakim Danish kini mengumpulkan total 73 poin, menempatkannya di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3. Posisi ini hanya terpaut satu tingkat di bawah pebalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, yang saat ini berada di peringkat keenam dengan 82 poin. Sementara itu, puncak klasemen masih dikuasai oleh Maximo Quiles dengan 186 poin.








Tinggalkan komentar