IHSG Goyang Tipis Investor Waspada

IHSG Goyang Tipis Investor Waspada

Cerita.co.id melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini, Kamis (16/4/2026), dengan pelemahan tipis. Indeks acuan tersebut terkoreksi 2,21 poin atau setara 0,03 persen, menutup sesi di level 7.621,38. Fluktuasi ini menandai hari perdagangan yang penuh dinamika di tengah sentimen pasar yang beragam.

Meskipun pelemahan terjadi, aktivitas pasar tetap ramai. Pada penutupan sesi, tercatat 385 saham berhasil menguat, sementara 326 saham mengalami penurunan, dan 248 saham lainnya tidak bergerak dari posisinya. Total nilai transaksi perdagangan mencapai angka fantastis Rp17,8 triliun, melibatkan pertukaran 37,1 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

IHSG Goyang Tipis Investor Waspada
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Beberapa indeks sektoral utama juga menunjukkan tren serupa. Indeks LQ45 turun 0,35 persen ke 757, Indeks JII melemah 0,56 persen ke 529, Indeks IDX30 terkoreksi 0,10 persen ke 403, dan Indeks MNC36 juga turun 0,24 persen ke 315. Ini menunjukkan tekanan yang merata di berbagai segmen pasar modal.

COLLABMEDIANET

Sektor-sektor yang berada di zona merah meliputi energi, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, dan bahan baku, yang sebagian besar terimbas oleh sentimen makroekonomi. Sebaliknya, sektor-sektor yang menunjukkan penguatan adalah konsumer non-siklikal, keuangan, transportasi, industri, teknologi, dan kesehatan, memberikan sedikit penyeimbang di tengah tekanan pasar.

Di antara saham-saham yang mencatatkan kenaikan signifikan, PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) memimpin dengan lonjakan 34,44 persen ke Rp121. Disusul PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) yang naik 34,33 persen ke Rp90, serta PT Green Power Group Tbk (LABA) dengan kenaikan 34,19 persen ke Rp157. Performa impresif ini menarik perhatian investor yang mencari peluang di tengah volatilitas.

Namun, tidak semua saham beruntung. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) menjadi salah satu top losers dengan penurunan 14,73 persen ke Rp191. Kemudian PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) anjlok 14,66 persen ke Rp99, dan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) juga terkoreksi 14,55 persen di level Rp282. Pergerakan ini mengindikasikan adanya aksi jual yang cukup kuat pada saham-saham tersebut. Investor diharapkan tetap waspada menyikapi pergerakan pasar ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar