JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah menggalakkan program percepatan hilirisasi di sektor pertanian, sebuah langkah strategis dalam upaya transformasi ekonomi nasional. Kebijakan ini bertujuan mengakhiri praktik ekspor komoditas mentah demi memastikan nilai tambah produk pertanian sepenuhnya dinikmati di tanah air. Demikian laporan yang dihimpun Cerita.co.id pada Minggu (22/3/2026).
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada Sabtu lalu, menegaskan bahwa hilirisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. "Era menjual bahan baku mentah harus diakhiri. Setiap komoditas pertanian wajib diolah di dalam negeri, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani," ujar Mentan Amran. Selama ini, Indonesia kerap kehilangan potensi keuntungan besar lantaran komoditas pertaniannya dijual dalam bentuk mentah, yang justru menguntungkan negara-negara pengolah.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, pemerintah mendorong hilirisasi yang terstruktur dan terintegrasi, mencakup seluruh mata rantai produksi dari hulu hingga hilir. Mentan Amran menekankan perubahan fundamental dalam pola pikir. "Paradigma lama di mana petani hanya berperan sebagai penjual hasil panen kini harus diubah. Petani didorong untuk menjadi bagian integral dari rantai industri," jelasnya.

Related Post
Dengan membangun ekosistem industri pertanian yang komprehensif, mulai dari proses budidaya hingga pengolahan akhir, diharapkan nilai tambah produk pertanian akan melonjak signifikan. Peningkatan ini secara langsung akan berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan petani, yang selama ini seringkali menjadi pihak yang paling rentan dalam rantai pasok.
Arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya industrialisasi berbasis sumber daya alam menjadi landasan kuat bagi inisiatif ini. Menteri Pertanian Amran Sulaiman melihat sektor pertanian memiliki posisi strategis sebagai fondasi utama hilirisasi nasional. Pendekatan "pohon industri" diyakini akan menjadi kerangka kerja efektif dalam pengembangan komoditas pertanian, memaksimalkan potensi setiap produk dari akar hingga pucuknya.









Tinggalkan komentar