Oknum Pedagang Pangan Jangan Main-Main

Oknum Pedagang Pangan Jangan Main-Main

Cerita.co.id, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengeluarkan peringatan keras bagi para pedagang yang berani menjual bahan pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Menjelang momen Ramadan dan Idulfitri, pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir praktik curang yang merugikan masyarakat. Wamentan juga secara lugas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif melaporkan setiap pelanggaran harga yang ditemukan.

"Jadi, kawan-kawan semua, baik awak media maupun Bapak, Ibu di seluruh tanah air, jika menemukan harga tidak sesuai HET, tolong laporkan saja. Tidak perlu ragu. Ada nomor telepon Lapor Pak Amran, bisa juga melalui media sosial, bahkan diviralkan pun diperbolehkan," tegas Sudaryono saat konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (19/3). Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melibatkan partisipasi publik dalam menjaga stabilitas harga.

Oknum Pedagang Pangan Jangan Main-Main
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk memastikan pengawasan yang efektif, Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas gabungan. Satgas ini merupakan kolaborasi erat antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan aparat penegak hukum dari Bareskrim Polri. Tujuannya jelas: mencegah oknum-oknum yang mencoba mengambil keuntungan di tengah situasi kebutuhan pangan yang meningkat, seperti menimbun barang atau memanipulasi harga.

COLLABMEDIANET

Konsekuensi bagi pelanggar tidak main-main. "Ancamannya bisa berupa sanksi administratif, seperti pencabutan izin usaha. Namun, jika ditemukan unsur kesengajaan dan pidana, kami tidak akan ragu untuk mengusutnya secara hukum," ujarnya. Wamentan mengingatkan bahwa pemerintah memiliki rekam jejak dalam menindak tegas pelanggaran serupa di masa lalu. Ini adalah peringatan bagi pelaku usaha untuk tidak "bermain-main" dengan harga kebutuhan pokok seperti beras, jagung, cabai, dan daging ayam, yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar