Cerita.co.id melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2026), dengan penurunan yang cukup signifikan. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini ditutup melemah 51,51 poin atau setara 0,69 persen, berada di level 7.389. Penurunan ini menandai hari yang kurang menguntungkan bagi pasar modal domestik, memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Sesi perdagangan ditandai dengan dominasi saham-saham yang mengalami koreksi. Tercatat, 383 saham mengalami penurunan harga, sementara 335 saham berhasil menguat, dan 240 saham lainnya stagnan tanpa perubahan berarti. Total nilai transaksi perdagangan mencapai Rp15,3 triliun, dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 29,3 miliar lembar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi meskipun sentimen negatif.
Koreksi tidak hanya terjadi pada IHSG. Beberapa indeks sektoral utama juga kompak berada di zona merah. Indeks LQ45 tergelincir 1,01 persen ke posisi 752, diikuti oleh indeks JII yang anjlok 0,96 persen ke 493. Indeks IDX30 juga tak luput dari tekanan, turun 0,63 persen ke 398, serta indeks MNC36 yang melemah 0,79 persen ke 311.

Related Post
Secara sektoral, mayoritas sektor menunjukkan performa negatif. Sektor energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, transportasi, dan industri kompak ditutup di wilayah negatif. Namun, ada beberapa sektor yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan, yaitu konsumer non-siklikal, keuangan, properti, teknologi, dan kesehatan, memberikan sedikit harapan di tengah tekanan pasar.
Di tengah tekanan pasar yang meluas, beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers. PT Indo Premier Investment Management Tbk (XISB) memimpin dengan kenaikan fantastis 34,75 persen ke Rp190. Disusul oleh PT Pakuan Tbk (UANG) yang melesat 24,93 persen ke Rp4.310, dan PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) yang menguat 24,71 persen ke Rp106. Kinerja impresif saham-saham ini menjadi sorotan di tengah lesunya pasar.









Tinggalkan komentar