Quartararo Ungkap Fakta Toprak Terpuruk

Dana Sulistiyo

Quartararo Ungkap Fakta Toprak Terpuruk

Cerita.co.id – Hari-hari terakhir uji coba pramusim MotoGP 2026 di Buriram menjadi momen berat bagi pebalap debutan Toprak Razgatlioglu. Terpuruk di papan bawah, Toprak mendapat suntikan semangat langsung dari seniornya, Fabio Quartararo, yang memahami betul tekanan di kelas premier.

Juara bertahan World Superbike (WSBK) itu memang tampil kurang meyakinkan selama tes di Thailand. Ia harus puas menempati posisi ke-21, terpaut 2,1 detik dari pebalap tercepat, Marco Bezzecchi. Kondisi ini jelas memukul mental ‘El Turco’, julukan Toprak, yang terbiasa bersaing di barisan depan.

Quartararo Ungkap Fakta Toprak Terpuruk
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Melihat rekannya dalam kondisi terpuruk, Fabio Quartararo, yang akrab disapa ‘El Diablo’, tak tinggal diam. Ia menghampiri Toprak di garasi dan memberikan wejangan. "Secara mental, ini sangat sulit baginya. Di Superbike, ia selalu berada di tiga besar, dan saya melihatnya benar-benar putus asa," ujar Quartararo, menjelaskan konteks percakapan mereka. Ia menambahkan bahwa Toprak datang di saat Yamaha sendiri sedang menghadapi masa sulit, ditambah lagi dengan adaptasi terhadap ban baru di tahun pertamanya.

COLLABMEDIANET

Pebalap Monster Energy Yamaha itu menekankan bahwa situasi yang dialami Toprak adalah hal yang wajar bagi seorang pendatang baru. "Saya hanya memberitahunya bahwa wajar berada dalam posisi ini ketika kita baru tiba. Dia hanya perlu meluangkan waktu untuk merasa lebih cepat dan lebih nyaman di atas motor," lanjut Quartararo, memberikan perspektif yang menenangkan. Quartararo berharap, kata-kata sederhana darinya dapat memberikan dampak positif dan membangkitkan kembali motivasi Toprak.

Toprak sendiri membenarkan nasihat yang ia terima. "Kami membicarakan tentang tahun ini. Saya masih belajar. Dia bilang jangan terburu-buru. Yamaha juga terus berkembang, jadi cobalah beradaptasi dengan ban," ungkap Toprak. Ia menambahkan, Quartararo juga mengakui kesulitan yang sama dengan motor baru ini.

Meskipun demikian, Toprak mengakui sulitnya mengendalikan diri. "Saya selalu memikirkan setiap tikungan, berusaha melakukan yang terbaik. Tapi catatan waktu putaran yang bagus tak kunjung datang, jadi saya selalu merasa sedih," curhat pebalap Pramac Yamaha itu, menggambarkan frustrasinya.

Toprak menyadari betul perbedaan besar antara WSBK dan MotoGP, terutama dari segi spesifikasi motor dan ban. Adaptasi adalah kunci, dan meski hasilnya belum optimal, ia mengklaim telah membuat beberapa kemajuan, terutama dalam mengatasi masalah selip roda saat keluar tikungan.

Ia menambahkan, "Saya menemukan sesuatu. Dengan ban bekas, saya mencatatkan waktu putaran bagus. Dengan ban medium, saya mencatatkan waktu putaran terbaik saya hari ini. Saya masih belajar, saya butuh waktu." Toprak tidak menampik bahwa motivasinya terkadang menurun, namun ia menegaskan itu normal dan hanya perlu lebih fokus untuk beradaptasi dengan ban.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar