Cerita.co.id melaporkan, sebuah terobosan menarik dalam mobilitas perkotaan tengah diuji coba di Jepang. Kota Higashihiroshima, bekerja sama dengan KG Motors, baru saja merampungkan studi mendalam mengenai pemanfaatan kendaraan mobilitas kecil yang ramah lingkungan dalam operasional pemerintahan. Sorotan utama jatuh pada Mibot, sebuah mobil listrik mungil satu penumpang, yang hasilnya ternyata sangat menjanjikan.
Inisiatif ini tak lepas dari visi ambisius Higashihiroshima untuk menjadi kota nol emisi karbon pada tahun 2050. Pemerintah setempat secara proaktif mencari terobosan untuk menekan dampak lingkungan dari aktivitas administratif sekaligus menggenjot efisiensi kerja harian. Mibot hadir sebagai salah satu kandidat potensial untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Demonstrasi lapangan berlangsung intensif dari 19 Januari hingga 6 Februari 2026. Sebanyak 11 pegawai pemerintah kota dilibatkan langsung, menggunakan Mibot dalam skenario kerja nyata. Kendaraan ini diandalkan untuk tugas-tugas lapangan yang menuntut perjalanan jarak pendek dan mobilitas individu, seperti kunjungan antar kantor atau inspeksi area terbatas.

Related Post
Hasilnya pun menggarisbawahi potensi besar Mibot. Kendaraan ini membuktikan diri sangat adaptif untuk tugas-tugas yang menuntut mobilitas cepat dan perjalanan individu. Ukurannya yang ringkas menjadikannya sangat lincah bermanuver di lingkungan perkantoran yang padat dan jalanan kota yang sibuk, sebuah karakteristik ideal bagi pegawai yang kerap berpindah lokasi dalam radius dekat.
Tingkat kepuasan pengguna menjadi poin krusial. Survei menunjukkan 82% responden menyatakan "puas" atau "sangat puas" menjadikan Mibot sebagai kendaraan operasional harian. Visibilitas optimal dan kemudahan pengendalian menjadi nilai plus yang sering disebut. Tak hanya itu, saat dibandingkan dengan mobil listrik kecil lainnya, 91% responden merasa Mibot lebih unggul, terutama berkat pendingin udara yang efektif, struktur pintu yang memberikan rasa aman, serta kepercayaan terhadap jarak tempuh baterai.
Kendati demikian, studi ini juga mengidentifikasi beberapa area yang memerlukan penyempurnaan. Catatan meliputi akses kompartemen bagasi yang hanya bisa dibuka saat kendaraan aktif, serta peningkatan pada aspek pengoperasian dan kemudahan pemahaman antarmuka pengguna.
Meski ada catatan, niat positif untuk penggunaan kembali sangat tinggi. Sebanyak 73% responden sangat ingin kembali menggunakan Mibot, sementara 18% lainnya menyatakan akan menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan tugas. Ini berarti lebih dari 90% pegawai menunjukkan minat berkelanjutan terhadap kendaraan mungil ini.
Ke depan, pengujian akan diperdalam untuk menganalisis secara komprehensif aspek biaya, dampak lingkungan, dan efisiensi operasional. Tujuannya jelas: memperluas pemanfaatan Mibot sebagai armada dinas yang tidak hanya efisien tetapi juga ramah lingkungan, mendukung visi Higashihiroshima menuju masa depan bebas emisi.







Tinggalkan komentar