Harga Pickup India Bikin Geger

Dana Sulistiyo

Harga Pickup India Bikin Geger

Cerita.co.id, Jakarta – Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mengimpor 105.000 unit pikap dari India telah mengguncang pasar otomotif nasional. Langkah masif yang ditujukan untuk Koperasi Merah Putih ini disebut-sebut didasari oleh tawaran harga yang sangat kompetitif, bahkan diklaim setengah dari harga pikap sejenis di pasaran saat ini, memicu perdebatan sengit mengenai dampak terhadap industri lokal.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa tiga alasan utama menjadi landasan pemilihan impor dari India, salah satunya adalah keunggulan harga. Ia mengklaim bahwa unit pikap 4×4 yang didatangkan memiliki spesifikasi yang kompetitif namun dengan banderol yang jauh lebih terjangkau.

Harga Pickup India Bikin Geger
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Ke depannya orang beli mobil itu ada fair price. Money value itu menjadi sesuai dengan apa yang kita spend gitu, karena mobil yang saya masukin ini saya kan punya merek-merek yang lain ini nggak sebanding sama sekali. Sedangkan harganya setengah harga daripada harga kompetitornya gitu," jelas Joao, menyoroti strategi perusahaan dalam mencari nilai terbaik.

COLLABMEDIANET

Untuk memberikan gambaran, pikap 4×4 di pasar Indonesia saat ini, seperti Toyota Hilux double cabin, ditawarkan mulai dari Rp 456,3 juta hingga Rp 545,9 juta. Sementara itu, Mitsubishi Triton 4×4 memiliki rentang harga dari Rp 380 jutaan hingga Rp 550 jutaan. Perbandingan ini menunjukkan potensi penghematan signifikan yang diklaim oleh Agrinas.

Salah satu merek pikap yang diimpor adalah Mahindra Scorpio, yang sebenarnya sudah tidak asing di Tanah Air. Melalui RMA Group Indonesia, Mahindra Scorpio telah dijual sejak 2019 dengan varian Single Cabin seharga Rp 278 juta dan Double Cabin Rp 318 juta. Selain Scorpio, Agrinas juga mendatangkan Tata Yodha dan Tata Ultra T.7 secara utuh dari India. Meskipun harga resminya di Indonesia belum terdaftar di laman Tata Motors Indonesia, di negara asalnya, model Tata ini diperkirakan sekitar Rp 300 jutaan.

Namun, rencana impor ratusan ribu unit pikap ini tidak luput dari sorotan tajam berbagai pihak. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyuarakan keprihatinannya, mengingat kapasitas produksi pikap di Indonesia mencapai 1 juta unit per tahun yang belum termanfaatkan secara penuh.

"Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," tegas Agus, menekankan pentingnya pemanfaatan industri dalam negeri untuk mendorong perekonomian dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Impor besar-besaran ini pun menjadi dilema antara efisiensi biaya yang dikejar oleh Agrinas untuk Koperasi Merah Putih, dan potensi dampak negatif terhadap geliat industri otomotif domestik yang sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan serupa dengan penggunaan komponen lokal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar