Impor Pickup India Industri Lokal Menjerit

Dana Sulistiyo

Impor Pickup India Industri Lokal Menjerit

Cerita.co.id melaporkan, rencana impor besar-besaran sebanyak 105.000 unit kendaraan pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih telah memicu reaksi keras dan sorotan tajam dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Langkah ini dipertanyakan secara serius, mengingat kemampuan produksi industri otomotif dalam negeri yang dinilai sangat mumpuni dan belum termanfaatkan secara optimal.

Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa industri otomotif nasional, khususnya para anggota Gaikindo, memiliki kapabilitas yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pikap tersebut. Gaikindo mencatat setidaknya ada tujuh produsen besar di Indonesia yang sanggup memproduksi pikap, meliputi PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan PT Astra Daihatsu Motor.

Impor Pickup India Industri Lokal Menjerit
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Secara kolektif, kapasitas produksi pikap dari para anggota Gaikindo mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Angka ini menunjukkan potensi besar yang sayangnya belum dapat dipergunakan secara maksimal. Kendaraan-kendaraan yang diproduksi umumnya adalah jenis penggerak 4×2 yang telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) cukup tinggi, bahkan melampaui 40%. Ketersediaan jaringan servis dan bengkel pelayanan purna jual yang tersebar luas di seluruh pelosok Tanah Air juga menjadi nilai tambah signifikan bagi produk lokal. Sementara untuk jenis penggerak 4×4, industri dalam negeri juga mampu memproduksinya, meskipun memerlukan waktu persiapan untuk menyesuaikan lini produksi.

COLLABMEDIANET

"Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, di antaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM, mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Putu Juli Ardika dalam sebuah siaran pers. Ia menambahkan, "Namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi."

Di tengah kondisi pasar otomotif domestik yang sedang lesu-lesunya, masuknya puluhan ribu unit pikap impor dikhawatirkan justru akan semakin menekan industri lokal dan memperparah stagnasi pasar. Keputusan impor ini pun menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen terhadap penguatan industri dalam negeri dan optimalisasi potensi yang sudah ada.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar