Cerita.co.id melaporkan bahwa sektor industri galangan kapal, yang dikenal dengan tingkat risiko kerja yang sangat tinggi baik dari aspek keselamatan maupun kesehatan, kini mengambil langkah serius. Guna meminimalisir angka kecelakaan dan memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan, para pelaku industri secara kolektif meningkatkan fokus pada implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Melalui serangkaian program bimbingan teknis intensif dan forum diskusi interaktif, para pimpinan serta manajer galangan kapal dibekali dengan wawasan mendalam dan praktik terbaik terkait kepemimpinan keselamatan, strategi pengendalian risiko, serta metode penerapan K3 yang efektif di lapangan. Inisiatif ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja yang tidak hanya lebih aman, tetapi juga produktif dan berkelanjutan di seluruh lini sektor maritim.
Upaya penguatan keselamatan kerja di sektor maritim ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), serta Kementerian Perindustrian. Mereka bersama-sama menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penerapan SMK3 khusus bagi industri galangan kapal.

Related Post
Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, dalam keterangannya kepada Cerita.co.id pada Rabu (7/1/2026), menegaskan bahwa fondasi budaya keselamatan harus dibangun dari kepemimpinan. "Peningkatan keselamatan harus dimulai dari kepemimpinan. Ini menjadi momentum krusial bagi para pemimpin untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan industri galangan kapal yang lebih aman," ujar Arief. Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kompetensi keselamatan adalah langkah vital untuk mewujudkan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh pekerja. "Cerita.co.id siap mendukung setiap upaya peningkatan keselamatan, termasuk melalui edukasi dan penguatan awareness agar risiko dapat diminimalkan," pungkasnya.








Tinggalkan komentar