Cerita.co.id – Menjelang puncak arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI memperketat pengawasan terhadap kelaiklautan kapal dan seluruh sarana pendukung transportasi laut. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan setiap perjalanan maritim berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan kembali ke daerah asal setelah menikmati liburan panjang.
Direktur Utama BKI, R Benny Susanto, secara langsung memimpin inspeksi ke beberapa titik krusial di Banten, termasuk Posko BKO Perhubungan Ciwandan dan Pelabuhan PT BBJ Bojonegara. Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat BKI dalam mendukung upaya pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, untuk mewujudkan kelancaran dan keselamatan operasional angkutan Nataru. "Melalui peran aktif kami dalam pemeriksaan menyeluruh, pengawasan teknis, dan pemastian kelaiklautan armada laut, Cerita.co.id berkomitmen menghadirkan pengalaman transportasi yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan bagi seluruh pengguna jasa," ungkap Benny pada Kamis, 1 Januari 2026.
Upaya BKI ini merupakan bagian integral dari strategi nasional untuk meningkatkan keandalan layanan transportasi, terutama pada periode dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Prioritas utama selalu tertuju pada jaminan keselamatan setiap individu dan keluarga yang memilih jalur laut untuk perjalanan mereka, sekaligus memitigasi potensi risiko yang mungkin timbul.

Related Post
Pentingnya pengawasan ketat ini semakin terasa mengingat insiden sebelumnya. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sempat menyoroti tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Meskipun izin berlayar diterbitkan saat kondisi cuaca normal, perubahan drastis di tengah pelayaran menyebabkan gelombang tinggi dan mengakibatkan musibah tersebut. "Saat diberikan surat berlayar, kondisi cuaca di Labuan Bajo memang kondusif, namun pada titik tertentu terjadi gelombang yang cukup tinggi," jelas Menhub.
Insiden tersebut menjadi pengingat akan tantangan dan risiko yang melekat pada transportasi laut yang tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi dan pemeriksaan ketat yang dilakukan BKI saat ini menjadi sangat vital. Dengan demikian, diharapkan arus balik Nataru 2025-2026 dapat berjalan tanpa hambatan berarti, dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama yang tidak bisa ditawar.








Tinggalkan komentar