Cerita.co.id – Raksasa otomotif Jepang, Toyota, kembali membuat gebrakan dengan pernyataan visioner: kendaraan listrik (EV) diyakini memiliki potensi revolusioner untuk menjadi pilar utama sumber energi nasional, bahkan sanggup menyaingi dominasi energi nuklir. Klaim ambisius ini muncul seiring dengan langkah Toyota memasuki fase baru program percontohan Vehicle-to-Grid (V2G) di Texas, Amerika Serikat.
Vehicle-to-Grid, atau V2G, adalah inovasi krusial yang memungkinkan baterai kendaraan listrik tidak hanya menerima daya dari jaringan listrik untuk pengisian, melainkan juga mampu mengalirkan kembali energi tersebut ke grid. Berbeda jauh dengan sistem pengisian konvensional yang bersifat searah, V2G memanfaatkan pengisi daya dua arah (bidirectional charger) yang memungkinkan arus energi bergerak bolak-balik antara EV dan infrastruktur kelistrikan.
Melalui implementasi sistem ini, armada kendaraan listrik dapat bertransformasi menjadi ‘pembangkit listrik bergerak’ yang siap menyumbangkan daya ke jaringan saat permintaan listrik melonjak tinggi, terutama selama jam sibuk atau ketika terjadi gangguan pasokan. Potensi ini membuka jalan bagi peningkatan ketahanan energi nasional dan stabilitas pasokan listrik secara signifikan.

Related Post
Visi Toyota ini bukan sekadar retorika. Melalui program percontohan V2G di Texas, produsen mobil terkemuka ini secara aktif menguji dan menyempurnakan teknologi yang diharapkan dapat mengubah lanskap energi global. Jika V2G berhasil diterapkan secara masif, bukan tidak mungkin kendaraan listrik akan menjadi tulang punggung baru dalam memenuhi kebutuhan energi suatu negara, bersanding bahkan melampaui kapasitas sumber energi tradisional seperti nuklir.









Tinggalkan komentar