Yamaha Kuasai Penuh Moto3

Yamaha Kuasai Penuh Moto3

Cerita.co.id mengabarkan, mulai musim balap 2028, panggung Moto3 akan menyaksikan era baru. Yamaha secara resmi ditunjuk sebagai pemasok tunggal motor untuk kejuaraan kelas junior ini, dengan kontrak eksklusif yang berlangsung hingga tahun 2033. Langkah strategis ini ditempuh dengan tujuan utama menekan biaya operasional dan menciptakan lingkungan kompetisi yang lebih merata serta terkendali.

Selama ini, kelas Moto3 yang menggantikan era 125cc, memperlombakan motor prototipe bermesin 250 cc yang dipasok oleh sejumlah pabrikan terkemuka, termasuk Honda dan KTM. Namun, dua tahun dari sekarang, lanskap persaingan tersebut akan berubah drastis, dengan Yamaha mengambil alih peran sebagai penyedia tunggal seluruh unit motor balap.

Yamaha Kuasai Penuh Moto3
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Carlos Ezpelata, CEO MotoGP Sports Entertainment Group, menjelaskan bahwa keputusan untuk menjadikan Moto3 sebagai kejuaraan satu merek didasari oleh pengalaman dan pemahaman mendalam. Menurutnya, model ini adalah kunci untuk mengembangkan bakat pembalap dan membuka jalur menuju MotoGP dalam lingkungan biaya yang terkontrol.

COLLABMEDIANET

"Pengalaman telah membawa kami pada pemahaman, dan ini dilakukan dengan banyak masukan dari tim, bahwa Moto2 dan Moto3 ada untuk mengembangkan bakat dan jalur menuju MotoGP. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dalam lingkungan biaya yang terkendali, dan satu-satunya cara nyata adalah dengan pemasok tunggal," terang Ezpelata, seperti dikutip dari Crash.

Konsep pemasok tunggal bukanlah hal baru dalam ekosistem MotoGP. Kelas Moto2 telah mengadopsi model serupa sejak 2019, dengan mesin yang dipasok oleh Triumph, meskipun masih memungkinkan variasi produsen sasis. Perbedaannya, mulai 2028, Yamaha akan menyediakan seluruh motor untuk Moto3, bukan hanya mesinnya, menandai tingkat standardisasi yang lebih tinggi.

Ezpelata juga menepis anggapan bahwa kesepakatan ini akan mengurangi keterlibatan merek-merek yang saat ini aktif di Moto2 dan Moto3 dalam program pengembangan pembalap muda. Ia menekankan bahwa tujuan utamanya adalah menjaga partisipasi mereka hingga level tertinggi.

"Pengalaman membuktikan bahwa ketika ada persaingan ketat antar pabrikan, biaya akan terus meningkat, terlepas dari ukuran pabrikan. Itulah mengapa keputusan ini cukup jelas bagi kami sejak awal. Dan fakta bahwa pabrikan bereputasi baik membangun seluruh motor berarti kami dapat memastikan proses yang relatif mudah dalam 18 bulan ke depan," ujarnya.

Ia menambahkan, peralihan ke seri spesifikasi tunggal tidak akan menurunkan nilai Moto3 sebagai kelas Grand Prix, merujuk pada keberhasilan Moto2 yang tidak pernah disebut sebagai ‘Cup’ setelah transisi dari kelas 250cc. "Para pembalap tetap memenangkan kejuaraan dunia, dan akan terus seperti ini," pungkasnya optimis.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar