Terungkap Beda Radio MotoGP F1

Terungkap Beda Radio MotoGP F1

Cerita.co.id – Dunia balap motor Grand Prix akan segera memasuki era baru. Mulai musim depan, para pebalap MotoGP akan dilengkapi dengan sistem radio komunikasi canggih, sebuah fitur yang telah lama menjadi standar di Formula 1. Namun, jangan salah sangka, meskipun sama-sama berfungsi sebagai alat komunikasi, perbedaan mendasar antara implementasi di MotoGP dan F1 ternyata cukup signifikan.

Salah satu perbedaan paling mencolok, seperti diungkapkan oleh Sergi Sendra, Senior Director of Media Production Technology MotoGP, terletak pada konektivitas audio. Jika di ajang F1 komunikasi terputus begitu pebalap meninggalkan kokpit mobilnya, sistem di MotoGP dirancang agar pebalap tetap bisa terhubung bahkan saat sudah tidak berada di atas motor. "Pebalap akan bisa mendengar dan berbicara di mana pun mereka berada. Ini akan menjadi perubahan besar dan juga menarik dari perspektif strategi," terang Sendra, menekankan potensi taktis yang terbuka.

Terungkap Beda Radio MotoGP F1
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, inovasi ini bukannya tanpa tantangan. Para pebalap MotoGP nantinya harus membawa perangkat tambahan berbobot sekitar 200 gram yang terintegrasi pada helm dan baju balap mereka. Aspek lain yang membedakan adalah konfigurasi mikrofon. MotoGP akan mengandalkan dua mikrofon: satu terpasang di dalam helm, dan satu lagi di area baju balap.

COLLABMEDIANET

Berbeda dengan F1 yang memanfaatkan balaclava atau penutup kepala untuk menjaga posisi mikrofon tetap stabil dekat mulut, pendekatan ini tidak praktis untuk MotoGP. Sendra menjelaskan bahwa balaclava tidak ideal bagi pebalap motor; ia bahkan pernah menyaksikan pebalap muntah saat menggunakannya di lintasan yang penuh tekanan.

Tantangan krusial lainnya bagi tim pengembangan MotoGP adalah mengatasi gangguan angin. "Angin di dalam helm pebalap sangat brutal," ungkap Sendra. Kondisi ekstrem ini memaksa mikrofon di baju balap dinonaktifkan saat helm sudah terpasang, untuk menghindari masalah kualitas suara akibat interferensi jarak antara kedua mikrofon.

Uji coba intensif telah dilakukan, termasuk dengan pebalap top seperti Fabio Quartararo. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas suara, meski belum mencapai kesempurnaan, sudah cukup jelas untuk dipahami. "Ini tantangan yang menarik untuk terus kami kembangkan," pungkas Sendra, menegaskan komitmen mereka.

Secara fungsi, perbedaan juga terlihat jelas. Radio komunikasi di F1 dirancang untuk memfasilitasi koordinasi strategi yang kompleks antara pebalap dan tim. Sementara itu, di MotoGP, sistem ini memiliki tujuan yang lebih spesifik dan sederhana: menghubungkan pebalap dengan Race Direction untuk situasi-situasi tertentu, terutama terkait keselamatan atau informasi penting lainnya.

Dengan demikian, meskipun konsep radio komunikasi diadopsi oleh kedua ajang balap prestisius ini, kebutuhan dan tantangan implementasinya sangat berbeda. F1 telah lama memiliki sistem yang terintegrasi penuh, sedangkan MotoGP harus berjuang mengatasi kendala unik seperti terpaan angin kencang, penempatan mikrofon yang rumit, dan batasan bobot perangkat. Teknologi ini masih dalam tahap pengembangan berkelanjutan, dengan target penggunaan resmi di balapan MotoGP pada tahun 2027.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar