Cerita.co.id – Keputusan untuk beralih ke kendaraan listrik (EV) memang menawarkan efisiensi operasional yang tinggi, namun ada satu tantangan besar yang sering menghantui para pemiliknya: biaya penggantian baterai. Selama ini, jika terjadi kerusakan pada unit baterai, opsi yang paling umum ditawarkan oleh bengkel resmi adalah mengganti satu paket baterai secara utuh. Sayangnya, langkah ini menuntut biaya yang sangat fantastis dan seringkali tidak ramah di kantong.
Namun, tren baru mulai bermunculan seiring dengan menjamurnya bengkel spesialis non-resmi yang menawarkan solusi lebih ekonomis. Salah satu bengkel yang mulai mencuri perhatian adalah Semesta EV.id yang beroperasi di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Bengkel ini menawarkan metode restorasi baterai, sebuah alternatif yang memungkinkan pemilik mobil tidak perlu merogoh kocek sedalam jika harus membeli baterai baru dari dealer.
Bastian, pemilik bengkel spesialis mobil listrik tersebut, memiliki rekam jejak panjang di dunia otomotif. Sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus pada kendaraan listrik, ia telah berpengalaman menangani mobil bermesin konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) sejak tahun 2017. Keputusannya untuk "hijrah" ke teknologi EV mulai terlihat nyata dalam operasional bengkelnya.

Related Post
Menurut Bastian, masalah pada baterai mobil listrik biasanya berpusat pada sistem tegangan tinggi (high voltage) yang merupakan jantung dari kendaraan tersebut. Kerusakan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kegagalan sistem hingga kerusakan fisik akibat benturan atau kecelakaan.
"Jika di bengkel resmi, pilihannya biasanya langsung ganti satu paket baterai. Kalau di tempat kami, kami melakukan restorasi. Kami membedah masalahnya sampai ke akar, apakah yang rusak itu satu sel, satu modul, atau hanya sensornya saja," ujar Bastian menjelaskan metode kerjanya.
Bagi pemilik mobil yang khawatir mengenai kualitas baterai hasil restorasi, Bastian memberikan penjelasan teknis. Ia menekankan bahwa kesehatan baterai dapat diukur secara akurat menggunakan alat khusus untuk melihat internal resistance. Indikator inilah yang menentukan apakah performa baterai masih layak atau tidak. Berdasarkan pengalaman timnya, baterai yang telah direstorasi mampu kembali ke performa optimal seperti sedia kala.
Lantas, berapa biaya yang harus disiapkan pemilik mobil? Bastian cukup transparan mengenai skema harga di bengkelnya. Untuk jasa servis atau pengerjaan restorasi, biaya yang dibebankan dimulai dari kisaran Rp4 juta hingga Rp5 juta.
Penting untuk dicatat bahwa angka tersebut merupakan biaya jasa saja. Jika terdapat komponen yang harus diganti, biayanya akan dihitung secara terpisah. Sebagai gambaran, jika terdapat sel baterai yang harus diganti, estimasi biayanya adalah sekitar Rp2 juta per sel. Dengan metode ini, pemilik mobil listrik kini memiliki opsi untuk memperbaiki kendaraan mereka tanpa harus menguras seluruh tabungan untuk membeli unit baterai baru.









Tinggalkan komentar