Cerita.co.id melaporkan, mata uang Garuda kembali menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan hari Rabu, 1 Juli 2026, nilai tukar rupiah tercatat melemah 45 poin atau sekitar 0,25 persen, mencapai level Rp17.952 per dolar AS. Pelemahan ini mengindikasikan bahwa sentimen negatif dari pasar global masih membayangi pergerakan mata uang domestik.
Menurut pengamatan Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, tekanan terhadap rupiah ini sebagian besar dipicu oleh sentimen eksternal yang kompleks. Salah satu faktor utama adalah ketidakpastian yang menyelimuti kemajuan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik yang tidak menentu ini secara langsung mempertahankan premi risiko di pasar global, bahkan ketika produksi minyak mentah AS mencapai rekor tertinggi, yang seharusnya meningkatkan pasokan global dan meredakan kekhawatiran.
Ibrahim dalam risetnya lebih lanjut menjelaskan bahwa para pelaku pasar terus mencermati perkembangan di Doha. Iran menolak untuk melakukan pembicaraan langsung dengan utusan senior AS yang telah berada di wilayah tersebut, memilih jalur mediasi melalui pihak ketiga di tingkat teknis. Pergeseran strategi ini mengaburkan prospek tercapainya kesepakatan cepat untuk mengubah gencatan senjata dua minggu menjadi perdamaian yang berkelanjutan, sehingga menambah ketidakpastian di pasar keuangan.

Related Post
Dampak dari ketegangan geopolitik ini juga tercermin pada volatilitas harga minyak mentah. Pemulihan harga minyak terjadi setelah periode penurunan tajam pasca konflik Iran. Harga minyak mentah jenis Brent, misalnya, anjlok sekitar 38 persen sepanjang kuartal kedua, setelah sebelumnya melonjak drastis sekitar 94 persen pada kuartal pertama. Penurunan kuartalan ini merupakan yang tercuram sejak rekor penurunan 66 persen pada kuartal pertama tahun 2020, menunjukkan betapa sensitifnya pasar komoditas terhadap isu-isu geopolitik. Kondisi ini menciptakan tantangan tersendiri bagi stabilitas mata uang di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang sangat rentan terhadap fluktuasi pasar global.









Tinggalkan komentar