Cerita.co.id melaporkan, Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini menyoroti peran krusial Indonesia di tengah gejolak global. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah besar negara kini menaruh harapan pada Indonesia untuk pasokan pupuk dan beras, sebuah konsekuensi langsung dari konflik yang berkecamuk di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian atas keberhasilan mereka dalam memperkuat sektor agrikultur nasional. Berkat upaya tersebut, Indonesia kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga mulai dipercaya sebagai penopang ketahanan pangan global di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Prabowo menekankan pentingnya menjaga dan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia demi kemakmuran rakyat, sebuah prinsip yang kini terbukti vital.

Situasi global yang memanas, khususnya penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital 20 persen pasokan BBM dunia, berdampak serius pada industri pupuk. Pasalnya, banyak produksi pupuk sangat bergantung pada minyak dan gas. Kondisi ini menyebabkan banyak negara menghadapi tekanan berat terhadap ketersediaan pupuk dan pangan. Namun, di tengah krisis ini, Indonesia justru tampil sebagai negara yang mampu menawarkan bantuan.

Related Post
"Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada di pihak yang bisa memberi bantuan," ujar Prabowo. Ia menyebutkan beberapa negara yang telah mengajukan permintaan pasokan pupuk dari Indonesia, termasuk Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil. Dengan tegas, Prabowo memerintahkan agar semua permintaan bantuan tersebut ditindaklanjuti. Ini menunjukkan betapa strategisnya posisi Indonesia saat ini, yang berkat swasembada pangan, mampu berdiri tegak dan membantu dunia.










Tinggalkan komentar