Berdasar data dari Cerita.co.id, persaingan di pasar mobil listrik Amerika Serikat pada tahun 2025 semakin sengit. Para penguasa pasar menunjukkan tanda-tanda kelelahan, sementara pendatang baru mulai menunjukkan taringnya. Siapa saja yang masih berkuasa dan siapa yang mulai tergeser?
Tesla Model Y, sang penguasa takhta, masih memimpin dengan penjualan 146.000 unit. Namun, angka ini menyimpan cerita lain. Penurunan drastis penjualan di kuartal kedua, dari 100.000 unit menjadi hanya 75.000 unit, menjadi sinyal peringatan. Apakah dominasi Tesla mulai goyah?

Di tengah penurunan Model Y, Tesla Model 3 justru menunjukkan performa gemilang. Dengan penjualan 80.000 unit dan peningkatan penjualan di kuartal kedua sebesar 8.200 unit menjadi 39.000 unit, Model 3 menjadi penyelamat bagi Tesla. Tampaknya, konsumen mulai beralih ke pilihan yang lebih terjangkau dan segar.

Related Post
Di luar dominasi Tesla, Chevrolet Equinox EV muncul sebagai bintang baru. Dengan penjualan 27.749 unit, ia menjadi mobil listrik non-Tesla terlaris di Amerika Serikat. Kemenangan ini membuktikan bahwa pabrikan otomotif tradisional Amerika mampu bersaing di era kendaraan listrik.
Ford Mustang Mach-E, meskipun masih menjadi pemain kunci dengan penjualan 21.785 unit, menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Penurunan penjualan hingga 20% di kuartal kedua dibandingkan tahun sebelumnya menjadi bukti persaingan yang semakin ketat.
Pertempuran di pasar mobil listrik Amerika Serikat masih jauh dari selesai. Tahun 2025 menjadi saksi bisu perebutan takhta, di mana kejayaan hari ini belum tentu menjadi jaminan untuk masa depan. Akankah Tesla mempertahankan dominasinya, atau akan ada raja baru yang berkuasa? Kita tunggu saja babak selanjutnya.









Tinggalkan komentar