Cerita.co.id mengabarkan, penetrasi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang impresif. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga Juli 2026, volume transaksi kumulatif QRIS telah menembus angka fantastis 15 miliar, sementara jumlah penggunanya kini mencapai 67 juta orang.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, dalam keterangannya yang dihimpun Cerita.co.id, menegaskan bahwa angka 15 miliar transaksi tersebut menunjukkan adopsi yang masif di seluruh penjuru tanah air. "Kita lihat transaksi sampai dengan bulan Juli 2026 itu sudah mencapai 15 miliar," ujarnya, menggarisbawahi kecepatan adaptasi masyarakat terhadap inovasi pembayaran ini.
Pertumbuhan volume transaksi yang signifikan ini sejalan dengan ekspansi jaringan pedagang atau merchant yang menerima pembayaran QRIS. Saat ini, lebih dari 45 juta unit usaha di berbagai sektor telah mengadopsi QRIS, melampaui populasi beberapa negara tetangga. Filianingsih menambahkan, ekosistem pembayaran digital ini didukung oleh infrastruktur yang kuat, melibatkan 96 bank, 60 lembaga non-bank, dan 4 penyedia switching, memastikan layanan yang luas dan stabil bagi jutaan penggunanya.

Related Post
Tak hanya di pasar domestik, QRIS juga telah menjejakkan kakinya di kancah internasional melalui fitur transaksi lintas negara atau cross-border. Inisiatif ini menandakan ambisi BI untuk menjadikan QRIS sebagai standar pembayaran yang diakui secara global, memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital regional dan dunia. Dengan angka-angka pertumbuhan yang terus melonjak, QRIS diproyeksikan akan terus menjadi tulang punggung transaksi non-tunai di masa depan.









Tinggalkan komentar