Cerita.co.id – Pemerintah Indonesia semakin serius mewujudkan visi kemandirian industri otomotif nasional melalui proyek ambisius pengembangan Mobil Nasional (Mobnas) dan Motor Listrik Nasional (Molinas). Dalam langkah strategis yang diumumkan baru-baru ini, PT Pindad dipercaya memimpin proyek Mobnas, sementara PT LEN Industri (Persero) ditugaskan mengawal inisiatif Molinas. Penunjukan penting ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Setia Diarta, dalam sebuah rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI mengenai ekosistem kendaraan listrik.
Setia Diarta menjelaskan bahwa penunjukan kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut sebagai "offtaker" merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan pengembangan industri kendaraan listrik di tanah air. "Alhamdulillah, pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara telah menunjuk LEN dan Pindad sebagai offtaker," ujarnya. Penunjukan ini akan diselaraskan dengan berbagai kebijakan yang telah ada, termasuk terkait investasi, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta insentif lainnya yang menjadi ranah regulasi Kemenperin.
Untuk proyek Molinas, PT LEN Industri (Persero) menerima mandat resmi berdasarkan Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-15/M/SDK/KI.00/08/2026 tertanggal 12 Agustus 2026. Penugasan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Terbatas Presiden pada 14 Juli 2026, yang secara eksplisit menunjuk PT LEN sebagai pelaksana utama. Tujuannya jelas: memperkuat kemandirian industri otomotif nasional dan mendorong hilirisasi industri. PT LEN diamanahkan untuk berkoordinasi erat dengan kementerian/lembaga terkait serta melaporkan progres secara berkala kepada Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara.

Related Post
Sementara itu, pengembangan Mobnas berada di bawah tanggung jawab PT Pindad. Mandat ini tertuang dalam Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-01/M/S/SA.00/11/2025 yang diterbitkan pada 5 November 2025. Presiden telah menetapkan Program Pengembangan Mobil Nasional sebagai Program Strategis Nasional (PSN), dengan tujuan memperkuat kemandirian otomotif dan manufaktur dalam negeri. Dalam Rapat Terbatas pada 29 September 2025, PT Pindad ditunjuk sebagai pelaksana PSN, dengan memanfaatkan platform kendaraan Maung sebagai embrio untuk riset, desain, dan produksi kendaraan nasional. Pindad juga bertugas menyusun master plan dan roadmap ekosistem industri mobil nasional, berkoordinasi dengan pihak terkait, dan melaporkan kemajuan kepada Presiden.
Setia Diarta menambahkan bahwa penugasan resmi ini, khususnya bagi LEN dan Pindad untuk menggarap kendaraan nasional, baru diberikan pada tahun 2026 ini. "Mereka berkomitmen penuh untuk menyampaikan dan mengikuti kebijakan yang sudah ada, bahkan menyambut baik, terutama untuk pencapaian TKDN. Mereka sangat berkomitmen karena sudah menyiapkan ekosistem yang akan mereka bawa," pungkasnya. Penunjukan ini menandai babak baru dalam upaya Indonesia mewujudkan kemandirian industri otomotif, dengan harapan mampu bersaing di kancah global dan memenuhi kebutuhan transportasi dalam negeri dengan produk buatan sendiri.






Tinggalkan komentar